detikcom
Kamis, 31/05/2012 13:03 WIB

FDR Ditemukan, TKP Sukhoi di Gunung Salak Masih Tertutup untuk Umum

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Sebagian kawasan Gunung Salak masih tertutup untuk umum meskipun proses evakuasi dihentikan pasca penemuan FDR. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak mengambil serpihan pesawat yang diduga masih banyak berserakan di Gunung Salak.

"Meski FDR telah ditemukan, kawasan tempat jatuhnya pesawat masih tertutup untuk masyarakat sekitar. Hanya masyarakat yang akan berziarah ke makam yang berada di sekitar lokasi saja yang diizinkan untuk masuk. Hal ini untuk mencegah agar masyarakat tidak mengambil barang atau bagian dari pesawat untuk properti yang dibawa kemarin tuas kendali dan kompresor pesawat yang seharusnya diserahkan KNKT tetapi malah terbawa ke RS Polri," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya Daryatmo di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Sementara itu Komandan Korem 061/Suryakancana Kolonel Infanteri AM Putranto mengatakan penutupan tersebut dilakukan agar tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak berkepetingan. Putranto mengimbau agar masyarakat melaporkan atau menyerahkan jika menemukan serpihan pesawat Sukhoi di Gunung Salak.

"Saya menambahkan untuk Gunung Salak ditutup kecuali kegiatan lain menyesuaikan agar tidak dimanfaatkan orang yang tidak berkepentingan. Saya mengimbau kepada warga sekitar Gunung Salak agar jangan sekali-kali mengambil yang bukan kepentingannya. Secara umum jika nanti ada masyarakat yang menemukan serpihan-serpihan pesawat Sukhoi atau properti lain diharapkan mengembalikan ke petugas yang berada dis ana atau ke polsek setempat," imbaunya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(edo/mpr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%