detikcom
Kamis, 31/05/2012 04:09 WIB

Ayo Dukung Gerakan Hemat Energi!

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencanangkan gerakan hemat energi. Semua pihak diminta untuk mendukung gerakan tersebut.

"Semua pihak harus ikut untuk mendukung soal hemat energi. Kita harus bersatu mendukung gerakan ini," kata anggota DPR, Martin Hutabarat, saat berbincang, Kamis (31/5/2012).

Meski begitu, Martin tidak bisa memastikan, apakah pidato SBY soal hemat energi itu bakal dilakukan oleh segenap pihak atau tidak. Ia berharap, SBY pun harus lebih dulu menerapkan aksi hemat energi.

"Presiden perlu mengubah gaya leadershipnya, harus juga menerapkan kepemimpinan hemat energi," lanjutnya lagi.

Martin menilai, pencanangan aksi ini merupakan buntut dari penolakan kenaikan harga BBM. Pemerintah kemudian merespon penolakan itu dengan menerapkan aksi hemat energi.

"Kita berterima kasih karena setelah ditolak, pemerintah kemudian melakukan tindakan. Penekanan kita adalah bukan soal penolakan kenaikan tapi efisiensi," tegasnya.

"Seharusnya ini dilakukan sejak awal kepemimpinan beliau, tapi nggak apa-apa lah, daripada tidak sama sekali," sindiri politisi asal Gerindra ini.

Presiden SBY mencanangkan gerakan hemat energi. Presiden SBY melarang kendaraan pemerintah, BUMN, dan BUMD, menggunakan BBM bersubsidi. Selain itu Presiden SBY juga melarang kendaraan di areal perkebunan dan pertambangan menggunakan BBM bersubsidi. Kendaraan tersebut akan dipasang stiker khusus. Pertamina diminta mempersiapkan SPBU khusus BBM nonsubsidi.

Presiden SBY juga menegaskan akan memulai program konversi BBM ke BBG. Sejumlah SPBG akan dibangun di sejumlah wilayah. Sementara itu sejumlah infrastruktur konversi BBM ke BBG juga akan disiapkan.

Selain itu, Presiden SBY juga menyerukan penghematan listrik dan air di lingkungan pemerintah, BUMN, dan BUMD, termasuk lampu penerangan jalan. Keseluruhan program hemat energi nasional akan dijalankan mulai 1 Juni 2012.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(mok/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%