BBC Indonesia
Rabu, 30/05/2012 22:09 WIB

Dokter Pakistan dipenjara bukan karena bantu CIA

BBCIndonesia.com - detikNews
Shakeel Afridi

Dr Shakeel Afridi dinyatakan bersalah membantu Lashkar-e-Islam.

Dokter Pakistan Shakeel Afridi divonis penjara pekan lalu karena memiliki hubungan dengan kelompok militan terlarang dan bukan karena membantu Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) untuk melacak keberadaan Osama bin Laden, kata dokumen pengadilan.

Dalam surat putusan pengadilan yang diumumkan hari Rabu (30/05), disebutkan dr Afridi dinyatakan bersalah karena mmberikan dukungan dan perawatan medis kepada para anggota kelompok militan Laskar-e-Islam.

Surat putusan menyebutkan ada bukti-bukti bahwa dr Afridi terlibat dengan badan-badan intelijen asing dan perkara itu harus ditangani oleh pengadilan lain.

Semula dilaporkan Shakeel Afridi divonis penjara karena berpura-pura menjalankan program vaksinasi untuk mengumpulkan informasi bagi CIA tentang keberadaan Osama bin Laden.

Perkembangan tak terduga

Dr Afridi dijatuhi penjara selama 33 tahun dalam sidang tertutup berdasarkan sistem kehakiman kesukuan Pakistan. Keluarganya menyatakan dakwaan pengkhianatan terhadap dr Afridi tidak memiliki landasan.

Wartawan BBC di Islamabad Orla Guerin mengatakan dokumen pengadilan yang baru saja diterbitkan merupakan perkembangan tak terduga dalam kasus ini.

Apapun alasan resmi vonis terhadap Shakeel Afridi, lapor Guerin, banyak kalangan di Pakistan yakin bahwa dokter tersebut dipenjara karena membantu melacak keberadaan Osama bin Laden.

Muncul spekulasi bahwa penerbitan putusan pengadilan dilakukan di bawah tekanan dari Washington.

Jumlat lalu, panel Senat Amerika Serikat memotong bantuan sebesar US$33 juta kepada Pakistan sebagai reaksi atas pemenjaraan dr Afridi, US$1 juta per setiap tahun hukuman penjara.

Menurut para pejabat Amerika, dr Afridi memainkan peran penting dalam melacak pemimpin al Qaida dan menyerukan keras agar dia dibebaskan.

Hingga belum belum jelas apakah DNA Osama bin Laden atau anggota keluarganya berhasil dikumpulkan, atau apakah dokter tersebut mengetahui identitas sasaran yang dituju.

Bin Laden ditembak pasukan khusus Amerika di Abbottabad, Pakistan pada Mei 2011.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel