detikcom
Rabu, 30/05/2012 19:11 WIB

Mantan Presiden Liberia Dibui 50 Tahun Atas Kekejaman di Sierra Leone

Rita Uli Hutapea - detikNews
Halaman 1 dari 2
Charles Taylor (AFP)
Den Haag, - Mantan Presiden Liberia Charles G. Taylor akhirnya divonis penjara 50 tahun atas perannya dalam kekejaman yang dilakukan di Sierra Leone selama perang saudara pada tahun 1990-an.

Para hakim di pengadilan kejahatan perang internasional di Den Haag, Belanda hari ini seperti diberitakan AFP, Rabu (30/5/2012) menyatakan, Taylor bertanggung jawab atas "sebagian kejahatan paling keji dan brutal yang tercatat dalam sejarah manusia."

Ini berarti, pria berumur 64 tahun itu menjadi mantan kepala negara pertama yang divonis oleh pengadilan kejahatan perang internasional sejak Perang Dunia II.

Dengan vonis ini, Taylor akan menjalani masa hukumannya di penjara Inggris. Namun pengacara Taylor diperkirakan akan mengajukan banding atas putusan ini. Dengan begitu Taylor akan tetap mendekam di penjara di Den Haag, Belanda selama berbulan-bulan mengingat proses banding akan berlangsung sekitar 6 bulan.

Taylor bulan lalu dinyatakan bersalah atas 11 dakwaan membantu dan bersekongkol dengan para pemberontak yang menewaskan lebih dari 50 ribu orang di Sierra Leone.

Saat perang saudara di Sierra Leone yang berlangsung selama satu dekade itu, Taylor mendukung kelompok pemberontak Front Persatuan Revolusioner yang terbukti terlibat pembunuhan puluhan ribu warga sipil di Sierra Leone.

Dalam sidang pembacaan putusan hari ini, Hakim Ketua Richard Lussick mengatakan, kejahatan Taylor merupakan "yang paling berat dalam hal skala dan kebrutalan."Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ita/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
29%
Kontra
71%