detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:44 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 29/05/2012 18:31 WIB

Anggota Komisi I: TNI Harus Segera Tertibkan Nopol yang Disalahgunakan

Mega Putra Ratya - detikNews
Foto: detikcom
Jakarta - TNI didesak untuk segera menertibkan pelat nomor TNI yang disalahgunakan oleh sejumlah pengguna mobil mewah. Masyarakat di imbau agar tidak segan melaporkan kepada TNI mengenai penyalahgunaan pelat nomor tersebut.

"TNI harus mulai melakukan penertiban. Kita harap jangan sampai kinerja TNI yang semakin membaik diciderai oleh hal-hal seperti ini,"ujar Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya di Gedung DPR, Senayan, Selasa (29/5/2012).

Tantowi mengatakan pelat TNI hanya diperuntukkan bagi mobil dinas personel TNI. Menurutnya, polisi jangan segan-segan menindak mobil-mobil yang diyakini menggunakan pelat nomor TNI.

"Gampang kok (mengetahui nopol). Pertama jenis mobil dan kedua yang mengendarainya," ungkapnya Politisi Golkar ini.

Tantowi meminta TNI segera menginventarisir nopol-nopol yang sudah dikeluarkan. Lalu, TNI segera cabut nopol-nopol dari mobil yang tidak berhak menggunakannya.

Tantowi juga mengimbau agar masyarakat jangan segan melaporkannya jika menemukan nopol TNI yang mencurigakan.

"Ya benar sekali. Setuju 100 persen. Masyarakat jangan segan melakukan fungsi pengawasan. Sebaliknya masyarakat juga jangan menggunakan sesuatu yang bukan haknya," tutupnya.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mpr/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close