detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 05:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 29/05/2012 14:32 WIB

Dana Profesi Tak Dibayarkan, 100-an Guru Blokir Jalan di Siantar

Khairul Ikhwan - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Medan - Sedikitnya seratusan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggelar aksi blokir jalan protokol di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (29/5/2012) siang. Aksi ini merupakan buntut kekesalan para guru karena dana profesi tak kunjung dibayarkan Pemkot Pematang Siantar sejak tahun 2010.

Aksi para guru ini menyebabkan arus kendaraan di Jl. MH Sitorus, Pematang Siantar, terganggu. Petugas terpaksa menutup jalan dan mengalihkan arus kendaraan ke jalan alternatif.

Sebelum memblokir jalan, para guru yang tergabung dalam Forum Guru Siantar (FGS) ini menggelar aksi unjuk rasa di halaman rumah dinas Wali Kota Pematang Siantar, Hulman Sitorus.

Koordinator FGS, Hendri Tampubolon mengatakan, dana profesi yang bersumber dari APBD Provinsi Sumut, telah dikirimkan ke Pemkot Pematang Siantar, namun tak kunjung diberikan kepada guru.

"Tebang pilih. Sebagian kecil guru memang sudah menerima. Namun ada sekitar 2 ribu guru lagi belum menerima dana profesi sejak tahun 2010," jelas Hendri.

Hendri juga mengatakan, Pemkot Pematang Siantar tidak menunjukkan sikap bijak dalam menyelesaikan tuntutan para guru.

"Walikota tidak mau menemui para guru untuk menjelaskan alasan mengapa dana profesi belum dikucurkan hingga sekarang," sebut Hendri.

Aksi para guru ini merupakan aksi kesekian kalinya. Begitupun walikota Pematang Siantar belum memberikan tanggapan atas tuntutan para guru.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rul/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close