detikcom
Selasa, 29/05/2012 14:32 WIB

Dana Profesi Tak Dibayarkan, 100-an Guru Blokir Jalan di Siantar

Khairul Ikhwan - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Medan - Sedikitnya seratusan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggelar aksi blokir jalan protokol di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (29/5/2012) siang. Aksi ini merupakan buntut kekesalan para guru karena dana profesi tak kunjung dibayarkan Pemkot Pematang Siantar sejak tahun 2010.

Aksi para guru ini menyebabkan arus kendaraan di Jl. MH Sitorus, Pematang Siantar, terganggu. Petugas terpaksa menutup jalan dan mengalihkan arus kendaraan ke jalan alternatif.

Sebelum memblokir jalan, para guru yang tergabung dalam Forum Guru Siantar (FGS) ini menggelar aksi unjuk rasa di halaman rumah dinas Wali Kota Pematang Siantar, Hulman Sitorus.

Koordinator FGS, Hendri Tampubolon mengatakan, dana profesi yang bersumber dari APBD Provinsi Sumut, telah dikirimkan ke Pemkot Pematang Siantar, namun tak kunjung diberikan kepada guru.

"Tebang pilih. Sebagian kecil guru memang sudah menerima. Namun ada sekitar 2 ribu guru lagi belum menerima dana profesi sejak tahun 2010," jelas Hendri.

Hendri juga mengatakan, Pemkot Pematang Siantar tidak menunjukkan sikap bijak dalam menyelesaikan tuntutan para guru.

"Walikota tidak mau menemui para guru untuk menjelaskan alasan mengapa dana profesi belum dikucurkan hingga sekarang," sebut Hendri.

Aksi para guru ini merupakan aksi kesekian kalinya. Begitupun walikota Pematang Siantar belum memberikan tanggapan atas tuntutan para guru.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rul/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%