detikcom
Selasa, 29/05/2012 03:06 WIB

Status Gunung Soputan Naik Jadi Siaga

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Status Gunung Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara naik dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari puncak gunung tersebut.

Kepala PVMBG Kementerian ESDM, Surono mengatakan status siaga ini diberlakukan sejak pukul 15.00 WITA, Senin (28/5/2012). Pemantau Gunung Soputan terus mengevaluasi tingkat aktivitas gunung untuk menentukan statusnya.

Namun, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat yang bermukim di radius 6,5 kilometer tidak diungsikan. Karena jarak bahaya berada di radius 6 kilometer dari puncak gunung.

Selain itu, PVMBG meminta agar jalur pendakian ditutup dan semua aktivitas berkemah di Gunung Soputan ditiadakan. Masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman bahaya yang berpotensi terjadi di sungai yang berhulu di puncak Gunung Soputan yakni Sungai Ranowangko, Sungai Pentu, Sungai Lawian dan Sungai Popang.

"Jika terjadi hujan abu, karena letusan dan guguran kubah lava, agar masyarakat mengenakan masker penutup hidung dan mulut," imbuh Surono.

(fdn/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel