detikcom
Senin, 28/05/2012 11:29 WIB

Lazuardi, Tukang Ojek Korban Pengeroyokan di GBK yang Tak Gemar Bola

Pandu Triyuda - detikNews
Lazuardi
Jakarta - Sejatinya Lazuardi, tukang ojek berusia 29 tahun, bukan pecinta bola. Malang, niatnya untuk sekadar 'ikut-ikutan' menonton duel Persija vs Persib mengantarnya ke alam maut.

Lazuardi tewas dikeroyok di kawasan GBK Senayan, tak lama setelah berakhirnya laga yang berakhir 2-2 itu.Adi Yahya menyebut sepupunya bukanlah pecinta bola.

"Kalau buat bola Indonesia dia nggak ngerti," ujar Adi Yahya, di rumah duka, Jl Menteng Sukabumi RT 8 RW 3, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2012).

Adi yakin sepupunya itu hanya sekadar ikut-ikutan menonton bola karena dia mengetahui Lazuardi tidak ngefans kepada grup bola manapun.

"Jadi kalaupun ikut hanya sekadar ikut," kata Adi sedih.

Suasana duka menyelimuti keluarga Lazuardi. Ibu Lazuardi tidak berhenti menangisi kepergian anak sulungnya tersebut. Sedangkan ayah Lazuardi berusaha tegar. Sekitar 15-20 kerabat datang melayat.

Jenazah Lazuardi saat ini sedang dimandikan. Jenazah akan dimakamkan di Menteng Pulo, usai salat zuhur. Satu tenda biru dipasang di depan rumah sederhana bercat hijau muda di perkampungan padat tersebut. Rumah itu memiliki halaman sempit dan terletak di jalan yang juga sempit.

Lazuardi merupakan satu dari dua korban tewas pengeroyokan setelah pertandingan Liga Super Indonesia antara Persija Jakarta melawan musuh bebuyutannya, Persib Bandung, di stadion GBK pada Minggu (27/5) malam. Bukan perkara mudah bagi polisi mengidentifikasi pelaku kekerasan itu karena amuk bersifat massif. Sejauh ini polisi baru memeriksa 4 saksi.



seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(nik/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%