Senin, 28/05/2012 10:33 WIB

Ketua Komisi V: Kami akan Dorong Investigasi Sukhoi Kelar 3-6 Bulan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Hari ini Komisi V DPR menggelar rapat dengn jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan PT Trimarga Rekatama tentang kecelakaan Sukhoi Superjet 100. Komisi V akan mendorong investigasi KNKT dipercepat 3-6 bulan.

"Akan (dorong investigasi) pasti. Pak Tatang (Ketua KNKT Tatang Kurniadi) katakan minta waktu satu tahun, kami akan dorong kalau bisa selesai 3 bulan atau 6 bulan," jelas Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo Mokoagow di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/5/2012).

Yasti sendiri merupakan salah satu kerabat korban dari Anggriani Swesty Fitriah Soepredjo, pramugari Sky Aviation yang ikut dalam penerbangan nahas itu. Komisi V juga akan mengkaji apakah pencarian satu lagi komponen kotak hitam, yaitu Flight Data Recorder (FDR) akan dilanjutkan.

"Nanti kita lihat sebentar, nanti kita bicarakan apakah pencarian FDR itu akan diperpanjang karena akan membantu KNKT untuk investigasi," imbuhnya.

Untuk Kemenhub, Komisi V akan mencecar regulator penerbangan di Indonesia apakah yang dilakukan sudah sesuai dengan UU Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.

"Kecelakaan ini erat kaitannya dgn pelanggaran UU Nomor 1/2009. Akan semua ditanyakan anggota Komisi V selaku regulator. Tentu terkait asuransi Sukhoi harus patuhi peraturan perundangan RI dan masih ada urusan kaitan dengan administrasi dan Sukhoi harus laksanakan keputusan nanti," jelas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.


Per-1 Juni, PT.KAI Commuter Jabodetabek berlakukan tarif progresif. Selengkapnya di "Reportase Malam", pukul 02.52 WIB, hanya di Trans TV.

(nwk/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    62%
    Kontra
    38%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel