detikcom
Senin, 28/05/2012 09:19 WIB

Komisi III: Pembatalan Konser Lady Gaga Pilihan Terbaik

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Lady Gaga/ Getty images
Jakarta - Konser Lady Gaga di Indonesia akhirnya dibatalkan. Komisi III DPR menilai pembatalan konser Lady Gaga tersebut sebagai pilihan terbaik.

"Dibatalkannya konser Lady Gaga di Jakarta oleh promotor harus dipahami sebagai pilihan terbaik untuk mengakhiri tanda tanya masyarakat apakah konser ini jadi atau tidak. Dengan demikian kita tidak perlu memperpanjang polemik ini lagi. Polri pun tidak dipersalahkan lagi karena sudah meluruskan sikapnya, yang tidak keberatan memberikan izin asal penampilan Lady Gaga dalam konser tersebut tidak seronok dan vulgar," kata anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Senin (28/5/2012).

Rencana konser Lady Gaga yang kandas harus jadi pelajaran semua pihak. Agar promotor tak asal membawa artis barat ke Indonesia.

"Memang kita terlanjur mengenal Lady Gaga dari penampilannya di Amerika atau di Barat. Karena itulah kita beranggapan bahwa penampilannya di negara asalnya akan sama dengan di negara kita, padahal belum tentu seperti itu. Kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran bagi promotor show ke depan, agar menampilkan penyanyi yang diperkirakan tidak menimbulkan resistensi yang tinggi dari masyarakat," katanya.

Bagi polisi, menurut Martin pembatalan konser Lady Gaga ini juga harus dijadikan pelajaran. Polri agar lebih profesional ke depan dalam memahami tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparat keamanan.

"Tidak buru-buru menyatakan menolak memberikan izin, sehingga memicu kontroversi dan reaksi protes dari masyarakat. Kita mengharapkan agar promotor dan penyelenggara harus bertanggung jawab atas kegagalan konser ini dan segera bisa mengembalikan uang para penonton yang sudah sempat dibayarkan pada panitia," tegas Martin.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%
MustRead close