detikcom
Minggu, 27/05/2012 14:35 WIB

Gagal Curi Motor Kamerawan TVRI, Hendra Beraksi di Karawang

E Mei Amelia R - detikNews
Polisi menunjukkan barang bukti pelaku penembakan kamerawan TVRI/E Mei Amelia R-detikcom
Jakarta - Setelah beraksi di rumah Djuli Elfano di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Hendra Yuda melarikan diri ke Karawang, Jawa Barat. Di situ, pelaku sempat mencuri motor.

"Di Karawang saya sempat nyuri motor dua kali, dan berhasil," kata Hendra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (27/5/2012).

Hendra mengungkapkan, penembakan terhadap Djuli yang terjadi pada tanggal 17 Februari 2012 lalu dilakukan oleh tersangka Rudi Husada yang masih buron. Sementara tersangka Hendra berperan sebagai joki yang bertugas membonceng Rudi.

"Kita ke sana naik motor Honda Beat warna putih," katanya.

Hendra mengaku, saat itu ia dan temannya telah merencanakan aksinya. Namun, sasaran ditentukan secara mengacak.

"Kita waktu itu muter-muter, kebetulan lihat motor Ninja di rumah itu (korban)," ujarnya.

Setelah itu, Rudi kemudian turun dari atas motor untuk mencuri motor. Namun, saat itu, Rudi melihat Djuli masih berada di depan rumahnya. Sementara Hendra bersembunyi di belakang mobil, tak jauh dari rumah Djuli.

"Kemudian dia pura-pura kencing," katanya.

Setelah itu, tersangka Rudi mengendap-endap masuk ke garasi rumah Djuli setelah Djuli masuk. Namun, saat melakukan aksinya, tersangka Rudi terpergoki oleh Djuli.

"Lalu terdengar bunyi tembakan," katanya.

Tidak lama setelah itu, Hendra mendapat panggilan telepon dari tersangka Rudi. Rudi meminta Hendra untuk segera menjemputnya.

"Hen kabur Hen," ucap Hendra menirukan Rudi.

Setelah itu, keduanya kemudian pergi ke rumah kontrakan Rudi di Kranggan, Bekasi. Di situ, tersangka Rudi menaruh motornya dan senjata apinya.

"Lalu kami berpencar. Dia ke Lampung, saya ke Karawang," imbuhnya.

Nah, selama di Karawang, tersangka Hendra tidak berhenti melakukan kejahatan. Di sana, dia mencuri motor sebanyak dua kali.

"Semuanya hasil. Saya curi motor di belakang Ramayana," tutupnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(try/try)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%