detikcom
Minggu, 27/05/2012 10:24 WIB

Bayi Kembar Tertimbun Longsor di Kendari, Satu Meninggal

Andi Fatima - detikNews
Andi Fatima/detikcom
Kendari - Hujan deras sejak Sabtu (26/5/2012) kemarin, membuat tanah rapuh. Talud sebuah rumah di Kendari, Sulawesi Tengargara, longsor. Bayi kembar tertimbun. Satu di antaranya meninggal.

Peristiwa terjadi Minggu (27/5/2012) sekitar pukul 05.10 Wita. Talud rumah Nurdiati (33) yang beralamat di RT 1 RW I, Kelurahan Caddi, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, tiba-tiba longsor.

"Saya tahu setelah ada teriakan minta tolong. Teryata talud rumah korban longsor," kata tetangga Nurdiati, Rusli.

Kemudian Rusli membantu Nurdiati keluar dari longsoran. Satu anak kembar yang meninggal bernama Iqbal, sedangkan saudara kembarnya, Ikmi, selamat. Anak kembar ini berumur 7 bulan.

Rumah Nurdiati rusak parah, terutama pada bagian kiri. Tanah kapur menimpa bagian tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kendari, Iskandar, mengatakan tanggul rumah korban sudah tua, sehingga bila hujan sedikit mudah terjadi longsoran. Pihaknya telah memasang plastik untuk menahan rembesan air.

"Untuk bantuan, kami akan koordinasikan dengan dinas pemerintahan," katanya.

(try/nvt)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel