Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB

Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta

Adan Bakar - detikNews
Lampung, - Keluarga pramugari korban Sukhoi mendapat santunan sebesar Rp 25 juta dari Maskapai Sky Aviation. Meski begitu, pihak keluarga hingga kini belum menerima bantuan dari Jamsostek atau Trimarga.

Adalah Henny Stevanny pramugari Sky Aviation yang menjadi korban peristiwa naas tersebut. Kakak Henny, Firdaus mengatakan pihak keluarga sudah menerima santunan dari maskapai tempat Henny bekerja.

"Bantuan yang diberikan perusahaan sebesar Rp 25 juta," kata Firdaus kepada detikcom, Sabtu (26/5/2012).

Sementara itu, bantaun dari pemerintah melalui PT Jamsostek maupun dari pihak Sukhoi masih belum ada kejelasan. "Pihak keluarga sama sekali belum diberitahu secara resmi santunan dari pemerintah dan Sukhoi," kata dia.

Firdaus berharap pihak keluarga diberi tahu saat serah terima jenazah Henny di Jakarta. Namun, selama pihak keluarga di Jakarta untuk melihat dan menerima jenazah, belum ada penjelasan dan keterangan resmi soal santunan untuk keluarga korban Sukhoi.

Dia menambahkan, pihak keluarga mengharapkan ada kejelasan dari pemerintah dan pihak Sukhoi terkait bantuan kepada keluarga korban. "Pihak keluarga hanya menunggu kabar saja," kata dia.

Henny, adalah salah satu pramugari korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100, asal Lampung. Henny telah dimakamkan di tanah kelahirannya di Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Almarhun baru bergabung dengan Sky Aviation pada awal tahun 2012 ini. Sebelumnya Henny pernah menjadi pramugari di Adam Air dan Sriwijaya Air. Pengalaman Henny menjadi pramugari sudah hampir 8 tahun.

(mpr/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel