Sabtu, 26/05/2012 21:10 WIB

PBB kunjungi tempat pembantaian di Suriah

BBCIndonesia.com - detikNews
Demonstrasi antipemerintah

Demonstrasi menentang pemerintah pecah setelah sembahyang Jumat (25/05).

Para pengamat PBB di Suriah mengunjungi Houla, kota yang menurut para pegiat oposisi menjadi tempat pembantaian sekitar 90 orang oleh pasukan pemerintah.

Para pegiat mengatakan puluhan orang terluka akibat bom dan serangan pasukan pemerintah atas kota di propinsi Homs itu.

Tayangan video menunjukkan mayat anak-anak yang tewas dalam kekerasan yang merupakan bagian dari serangan paling berdarah di satu tempat sejak gencatan senjata dimulai April lalu.

Pertempuran di Suriah berlanjut walaupun PBB mengerahkan sekitar 250 pengawas untuk menerapkan gencatan senjata yang diusulkan utusan PBB Kofi Annan.

PBB mengatakan paling tidak 10.000 orang tewas sejak pemberontakan menentang Presiden Bashar al-Assad pecah bulan Maret 2011.

Hari berkabung

Seorang aktivis di Houla mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa pasukan mulai menyerang Houla setelah demontrasi antipemerintah pecah setelah sembahyang Jumat (25/05).

Serangan dimulai dengan tembakan artileri yang menewaskan 12 orang, katanya. Puluhan lain tewas saat preman propemerintah yang disebut "shabiha" menyerbu kota itu.

Badan hak asasi Suriah yang bermarkas di Inggris mengatakan lebih dari 90 orang meninggal dalam 24 jam sejak Jumat siang.

Kelompok oposisi Dewan Nasional Suriah (SNC) mengatakan lebih dari 110 orang meninggal. Badan ini mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak, menurut kantor berita AFP.

Para pegiat menyerukan agar hari berkabung ditetapkan.

Tayangan video dari kota itu menunjukkan puluhan anak meninggal, dengan tubuh berlumur darah. Tayangan ini belum dapat dipastikan namun wartawan BBC mengatakan akan sulit untuk mendapatkan gambar palsu.

Dalam satu kasus, enam anggota keluarga tewas setelah rumah mereka dibom, kata badan HAM Suriah.

Paling tidak 20 lainnya tewas dalam kekerasan di tempat lain di Suriah hari Jumat, menurut para aktivis.

Media internasional tidak diizinkan secara bebas di Suriah dan sangat sulit untuk memastikan laporan tentang kekerasan.

(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%