Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono

Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono

Luhur Hertanto - detikNews
Jumat, 25 Mei 2012 18:55 WIB
Kader PD Diingatkan Tak Terus Wacanakan Pencapresan Ani Yudhoyono
Jakarta - Presiden SBY telah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada anggota keluarganya yang berkompetisi di dalam Pilpres 2014, baik melalui PD atau parpol lainnya. Seluruh kader PD diingatkan menghormati dengan tidak terus menerus memunculkan Ny. Ani Yudhoyono atau anggota keluarnya lain sebagai bakal Capres 2014.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Departemen HAM DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, dalam pernyataan pers yang diterima redaksi detikcom pada Jumat (25/5/2012) petang. Pernyataan pers dia sampaikan melalui surat elektronik.

"Setidaknya sudah tiga kali Presiden SBY memberi pernyataan bahwa manakala masa pengabdiannya pada negara berakhir, Presiden dan keluarganya memilih untuk beristirahat. Konsekuensinya, Presiden memutuskan tidak memajukan atau mengijinkan siapapun dari anggota keluarganya untuk menjadi calon Presiden, sekalipun diminta dan diperjuangkan oleh partainya sendiri," tegas Rachland.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan tersebut didasari keyakinan Presiden SBY bahwa dirinya memiliki tanggungjawab untuk memberi teladan regenerasi kepemimpinan nasional dalam iklim demokrasi. Di samping keyakinannya bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan figur calon pemimpin bangsa yang cakap untuk menjawab tantangan di masa-masa mendatang.

"Keyakinan dan pilihan pribadi tersebut bukan hanya perlu dihormati oleh setiap kader Demokrat, namun juga harus dipatuhi dan dilaksanakan," tegas Rachland.

Berdasar itu maka politisi PD yang terus menerus yang mengangkat isu Ny Ani Yudhoyono sebagai bakal capres dari PD untuk Pilpres 2014 untuk mempersulit posisi dari Presiden SBY dan anggota keluarganya yang bersangkutan. Meski wacana itu diangkat dengan niatan baik sekalipun.

"Setiap kader Demokrat perlu berhati-hati untuk tidak menempatkan Presiden dan keluarganya dalam kekikukan politik. Setiap kader perlu menghormati kebebasan presiden dan keluarganya untuk memiliki pertimbangan dan pilihan pribadi, bukan menggiring atau membatasinya, sekalipun itu dilakukan dengan niat baik," paparnya.

"Pernyataan kader-kader Demokrat mengenai Ani Yudhoyono sebagai capres Demokrat 2014, perlu dipahami sebagai pernyataan pengakuan terhadap figur penting pendiri partai, ketimbang pernyataan ketetapan politik partai," sambung Rachland.

(lh/)


Berita Terkait