Jumat, 25/05/2012 18:04 WIB
Bocorkan Nasihat Wantimpres, Adnan Buyung Tak Takut Dituntut SBY
Adnan Jumat (25/5) hari ini meluncurkan buku yang berjudul 'Nasihat Untuk SBY'. Buku itu menceritakan pengalaman serta pertimbangan yang pernah diberikannya kepada presiden selama menjadi Wantimpres periode 2007-2009.
Padahal, menurut pakar hukum tata negara, Irman Putra Sidin, terdapat larangan untuk membuka nasihat untuk presiden kepada publik. Larangan itu tercantum dalam pasal 6 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden.
"Memang dalam undang-undang, nasihat untuk presiden tidak boleh dibuka," kata Irman saat acara peluncuran buku Nasihat Untuk SBY di Hotel Pullman, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Menurut Irman, UU tersebut tidak mencantumkan batas kadaluarsa. Sehingga meski sudah menjadi mantan Wantimpres, seharusnya Adnan tetap tidak boleh membocorkan nasihat untuk presiden kepada publik.
Menanggapi hal itu, penulis buku, Adnan Buyung Nasution, menyatakan tidak takut. Ia secara menyadari pelanggaran yang dilakukannya dan mempersilakan Presiden SBY untuk menuntut jika memang merasa keberatan.
"Saya dengan sadar melanggar (aturan) itu, memang orang bilang saya ini kontroversial, tapi saya pikir mesti ada orang yang berani. Dengan segala resiko saya dituntut oleh SBY, bawa ke pengadilan, silakan. Saya tantang," ujar Adnan.
Namun, Ketua MK, Mahfud Md, memiliki pandangan berbeda. Menurutnya presiden tak bisa mengajukan tuntutan terhadap buku yang ditulis Adnan.
"Nggak ada pelanggaran, karena di dalam aturan itu tidak ada ancamannya, itu kan hanya nilai etis saja," kata Mahfud.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(trq/mad)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
479 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
300 share this. -
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
266 share this. -
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
245 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 20/06/2013 11:10 WIB
Tifatul: Soal PKS Kita Serahkan pada Allah
-
Kamis, 20/06/2013 11:03 WIB
Sidang Kasus Cebongan
Cerita Salah Jawab Serda Ucok 'Sang Eksekutor' Penyerangan LP
-
Kamis, 20/06/2013 11:02 WIB
Ini Titik Sebaran Hotspot yang Sebabkan Asap ke Singapura
-
Kamis, 20/06/2013 10:58 WIB
HUT ke-486 Jakarta
Jokowi Ajak Warga Meriahkan Pesta Malam Muda-mudi 22 Juni
-
Kamis, 20/06/2013 10:56 WIB
Tanggapan Warga Soal Bangku Taman di Sepanjang Jalan MH Thamrin
-
Kamis, 20/06/2013 09:53 WIB
Ini Nih Bangku Taman yang Dipasang Jokowi di Thamrin-Sudirman
-
Kamis, 20/06/2013 10:28 WIB
Ini Nama 12 Prajurit Kopassus dan Peran dalam Penyerangan LP
-
Kamis, 20/06/2013 10:02 WIB
Sepanas Apa Hubungan Bro Tifatul dan Kubu Anis Matta?
-
Kamis, 20/06/2013 09:45 WIB
Massa Unjuk Gigi di Dilmil: Hidup Kopassus!
-
Kamis, 20/06/2013 10:24 WIB
Jubir SBY: Koalisi dengan PKS Selesai
-
Kamis, 20/06/2013 10:20 WIB
Kuda Tabrak Truk di Tol Slipi, 1 Orang Tewas dan 4 Luka
-
Kamis, 20/06/2013 09:23 WIB
Hore! Ahok Resmikan Rusunawa Daan Mogot
-
Kamis, 20/06/2013 09:03 WIB
12 Prajurit Kopassus Berbaret Merah Tiba Dilmil Yogya
-
431 Komentar
-
356 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 09:26 WIB
Bandara SSK Pekanbaru Terganggu Asap, Jarak Pandang di Bawah 500 Meter
-
Kamis, 20/06/2013 09:17 WIB
Bandara Pekanbaru Diselimuti Asap Pekat, 2 Pesawat Tunda Keberangkatan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

