detikcom
Jumat, 25/05/2012 03:05 WIB

Awas! Penerima Paket Isi Narkoba Bisa Terjerat Hukuman

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati bila menerima paket yang berasal dari orang yang tidak dikenal dan mencurigakan. Jangan sampai ketika anda membuka paket tersebut terdapat narkotika di dalamnya. Dengan demikian anda bisa terjerat hukuman.

"Siapapun penerima paket yang berisi narkotika akan ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku dan ada di Undang-undang No. 35 tahun 2009," kata Kepala Humas BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto, kepada detikcom, Kamis (24/5/2012).

Penerima paket, kata Sumirat, diminta lebih waspada dan teliti saat paket yang tidak diketahui asal usulnya tertuju kepada si penerima. Ada baiknya, imbau Sumirat, bila paket tersebut mencurigakan ditolak oleh penerima.

"Bahkan walaupun kenal sekalipun harus dicek benar-benar ke yang bersangkutan, karena bisa saja si pengirim narkoba meminjam nama orang lain," terangnya.

"Yang pasti kalau kiriman datang dan tidak dikenal jangan pernah diterima," tegasnya.

Sumirat mencontohkan, saat perusahaan jasa pengiriman mengantarkan paket berisi kokain ke sebuah lokasi di Jakarta. Pengirim rupanya meminjam alamat untuk mengaburkan kokain seberat 50 gram tersebut. Berkat ketegasan si pemilik alamat, paket tersebut ditolak karena dia merasa tidak memiliki keluarga yang berada di Amerika.

"Akhirnya si pengirim menelepon kepada pihak pengantar paket, diketahui penerima yang bukan pemilik alamat berdiri di depan rumah yang sebelumnya didatangi kurir paket itu," ujar Sumirat.

Sumirat menambahkan, selama ini BNN telah melakukan kerjasama bersama 150an perusahaan jasa ekspedisi/paket untuk mewaspadai peredaran narkotika dengan memanfaatkan jasa pengiriman barang.

Diakui Sumirat, pihak perusahaan pengiriman masih sulit mendeteksi narkotika yang diselundupkan melalui jalur pengiriman darat. Tidak seperti pengiriman yang menggunakan jasa penerbangan sehingga barang haram terdeteksi dengan x ray.

"Mereka tidak bisa mendeteksi x ray, karena alat pendeteksi itu terlalu mahal," ujarnya.

Sebelumnya Renny Jayusman melapor kepada Polda Metro Jaya atas paket yang ditujukan kepada anaknya, padahal kedua anaknya tidak memesan barang itu. Di Polda, aktivis Gerakan Anti Narkoba (Granat) itu menunjukkan paket yang ditujukan pada kedua anaknya, Yuka Mandiri dan Gerowong. Paket itu dikirim dalam 2 amplop putih panjang, dibungkus dalam plastik salah satu perusahaan ekspedisi, JNE.

Menurut Renny, paket itu tiba di rumahnya, Jalan Ragunan Kav Polri, Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 11.30 WIB. Salah satu anaknya, Gerowong, membuka paket itu.

Amplop yang ditujukan untuk Gerowong tersebut dikirim atas nama Rosmiati dengan alamat di Jalan Jati Raya Gang Ma'at 24 B, Bedeng Pasar, Cengkareng, Jakarta Barat. Sedangkan amplop untuk Yuka Mandiri, dikirim atas nama yang sama dengan alamat yang berbeda, yaitu Jalan Batu 3, Gambir, Jakarta Pusat.


(ahy/mei)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel