Jumat, 25/05/2012 00:50 WIB
Lembaga Survei Diingatkan Jaga Kredibilitas & Independensi di Pilkada DKI
Salah satu cara yang diambil adalah mempengaruhi opini publik dengan menggunakan survei. Sehingga survei yang dihasilkan kehilangan nilai akurasi dan objektivitasnya.
Lembaga-lembaga survei diingatkan untuk tetap menjaga profesionalisme dan independensinya. Sebab, pilkada DKI tidak saja menjadi barometer bagi pemilu 2014 akan datang, tapi juga pertaruhan kredibilitas dan martabat lembaga survei sebagai institusi riset dan ilmiah.
"Kredibilitas lembaga survei ini akan dipertaruhkan di pilkada DKI. Kalau semata-mata hanya menguntungkan kandidat tertentu, tidak beda dengan timses. Tidak kredibel dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," ujar dosen budaya dan ilmu politik dari Universitas Indonesia (UI), Yon Mahmudi kepada wartawan, Kamis (24/5/2012).
Menurutnya, beberapa survei yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei belakangan ini sangat jelas menunjukan adanya perang survei untuk memenangkan kandidat tertentu. Menurut Yon, fenomena tersebut menjadi tidak sehat bagi pendidikan politik masyarakat.
Secara khusus, Yon menyoroti survei yang dikeluarkan sebuah lembaga survei yang menyebutkan tingkat elektabilitas pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sebesar 49,8%.
"Kalau saya lihat sekarang ini kecenderungan pilkada ini persaingan sangat ketat. Kemudian juga muncul semacam perang survei di antara para kandidat. Memang kalau lihat situasinya saat ini, posisi saat ini (pasangan Foke-Nara) sebagai incumbent itu masuk akal kalau masih bertahan di posisi pertama, karena resources yang dimiliki. Tapi tingkat elektabilitas turun, tidak sebesar yang disebutkan lembaga itu, 49,8%," ujar Yon.
Alasannya, dia menjelaskan, elektabilitas sebesar itu hanya dapat dicapai ketika kandidat yang bersaing hanya dua. Kalau kemudian yang disurvei adalah 6 pasang kandidat, maka terjadi penyebaran elektabilitas. Masing-masing kandidat mewakili kelompok yang ada di DKI Jakarta, dan memiliki basis masing-masing.
"Apalagi semua pasangan kandidat yang berkompetisi semuanya berkualitas. Harusnya tidak setinggi itu elektabilitas Foke-Nara. Semestinya dikisaran 30 persen lebih sebagaimana survei-survei yang lain, baru diikuti kandidat yang lain. Seperti Jokowi yang mulai rajin, dan Hidayat Nurwahid yang didukung partai yang kuat," imbuhnya.
Hal lain yang disorot dalam survei tersebut, menurut peneliti budaya politik UI ini, kecilnya sample yang diambil untuk mengukur suara warga Jakarta. Sampel responden 440 tidak merepresentasikan keseluruhan warga Jakarta.
"Apalagi dengan jumlah pemilih yang sekitar 7 juta, jumlah kecamatan 44, dan kelurahan lebih dari 250. Kalau sample di bawah 1000, tidak representatif. Harus di atas 1000. Kalau sampel di kisaran di bawah 1000, patut dipertanyakan reputasinya. Karena ini akan mewakili jumlah penduduk DKI," pungkas Yon.
Sebelumnya, survei terbaru dikeluarkan Indo Barometer menyebutkan jika pilkada DKI digelar hari ini, siapa pasangan yang dipilih? Pasangan Foke-Nara meraih 49,8 %. Disusul pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 16,4 %, Alex Noerdin-Nono Sampono (5,7%), Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini (4,5%), Faisal Basri-Biem Benyamin (2,3%), dan Hendardji Supandji-A Riza Patria (0,2%).
Survei itu dilakukan terhadap 440 responden. Pada survei sebelumnya yang dilakukan lembaga lain, menyebutkan pasangan Fauzi Bowo dengan 36,65 %. Disusul Hidayat-Didik 18,47 %, Jokowi-Ahok 17,90 %, Faisal-Biem 4,05 %, Alex-Nono 3,59 %, dan Hendardji-Riza 1,39 %.
Survei ini dilakukan terhadap 1.500 responden di 5 kotamadya DKI Jakarta dan minus Pulau Seribu.
Sedangkan survei Pusat Kajian dan Pembangunan Stategis (Puskaptis) dengan responden 1250 orang, menyebut pasangan Foke-Nara 47,22%, Jokowi-Ahok 15,16%, Hidayat-Didik 10,28%, Faisal-Biem 3,17%, Alex-Nono 2,31%, dan Hendarji-Riza 1,55%.
Jokowi Tak Beri Restu, KK Dheeraj Nekat Putar Film Jokowi. Saksikan Cerita Lengkapnya di "Reportase Siang" hari ini, mulai pukul 10.37 WIB Hanya di Transtv
(rmd/ahy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Tentara Inggris yang Dibunuh dengan Sadis Bernama Lee Rigby
189 share this. -
Online System Garuda di Cengkareng Down, Penumpang Antre Panjang
0 share this. -
KRL Commuter Line Tarif Progresif, Kalau Stasiun Tujuan Terlewati?
0 share this. -
Rekapitulasi KPUD se-Bali, Pastika Unggul Tipis
0 share this. -
Bambang Darmono: Teriakan Benny Wenda Tak Ada Apa-apanya
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 08:29 WIB
Network Switching di Cengkareng Alami Gangguan, Garuda Minta Maaf
-
Jumat, 24/05/2013 08:24 WIB
Online System Garuda di Cengkareng Down, Penumpang Antre Panjang
-
Jumat, 24/05/2013 07:51 WIB
KRL Commuter Line Tarif Progresif, Kalau Stasiun Tujuan Terlewati?
-
Jumat, 24/05/2013 07:40 WIB
Pilkada Bali, Kubu Pastika Klaim Unggul Tipis
-
Jumat, 24/05/2013 07:06 WIB
Mobil Travel Terguling di Tol Karawang Barat, Arus Lalu Lintas Macet
-
Jumat, 24/05/2013 07:00 WIB
Bambang Darmono: Teriakan Benny Wenda Tak Ada Apa-apanya
-
Jumat, 24/05/2013 07:40 WIB
Pilkada Bali, Kubu Pastika Klaim Unggul Tipis
-
Jumat, 24/05/2013 07:51 WIB
KRL Commuter Line Tarif Progresif, Kalau Stasiun Tujuan Terlewati?
-
Jumat, 24/05/2013 07:01 WIB
Pelapor Kasus Simulator SIM Jadi Saksi untuk Irjen Djoko
-
Jumat, 24/05/2013 07:06 WIB
Mobil Travel Terguling di Tol Karawang Barat, Arus Lalu Lintas Macet
-
Jumat, 24/05/2013 06:32 WIB
Jelang Pengumuman UN SMA, KPAI: Stop Coret Baju!
-
Jumat, 24/05/2013 05:21 WIB
Kronologi Patroli Bea dan Cukai Saat Sergap Kapal Gula Ilegal
-
Jumat, 24/05/2013 04:45 WIB
Jokowi Lantik Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Siapa Tergusur?
-
581 Komentar
-
363 Komentar
-
218 Komentar
-
216 Komentar
-
202 Komentar
-
145 Komentar
-
139 Komentar
-
136 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 19:41 WIB
Tidak Terima Uang, Elsya Malah Kirim Rp 2 M ke Fathanah
-
Kamis, 23/05/2013 17:46 WIB
Istri Ahmad Zaki Penuhi Panggilan KPK
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
