Kamis, 24/05/2012 22:59 WIB

Napi LP Narkotika Cipinang Cukup Tempel Sidik Jari untuk Tahu Sisa Hukuman

Edward Febriyarti Kusuma - detikNews
Jakarta - Petugas pemasyarakatan selalu saja disibukan dengan warga binaan yang mempertanyakan sisa masa hukuman yang mereka jalani di penjara. Tapi kondisi tersebut nampaknya akan berubah, karena adanya alat yang dapat merekam data warga binaan, termasuk sisa hukuman yang harus dijalani. Alat tersebut dinamai Self Service Information.

Kasubdit Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Akbar Hadiprabowo, menjelaskan prinsip kerja alat tersebut adalah cukup dengan menempelkan sidik jari di alat pemindai yang ada laiknya sistem finger scan yang ada.

"Kelebihannya bisa membantu napi untuk mengetahui data kapan dia masuk, kapan dia bebas, kapan menjalankan sepertiga masa tahanan, kapan dia dapat remisi. Jadi narapidana tidak perlu tanya ke staf lagi, sehingga cukup efektif hanya dengan menempelkan jarinya saja di alat ini, akan kelihatan semua," ujar Akbar, di LP Narkotika Cipinang, Jl Bekasi Timur,Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (24/5).

Selain itu, jelas Akbar, alat tersebut juga dapat memindai data mereka yang pernah dijerat kasus dan dijebloskan ke penjara, seperti korupsi, narkoba, bahkan teroris.

"Jadi kalau nantinya dia kembali ditahan, walaupun dia sudah operasi ataupun mengubah namanya tetap saja dia tidak bisa berbohong karena nantinya akan keluar data dia yang sebelumnya ada di sini," jelas Akbar.

Kepala LP Narkotika Cipinang, Edi Kurniadi, mengatakan sistem pemindai data narapidana tersebut menjadi contoh beberapa negara asing yang hendak melakukan teknologi serupa.

"Kalau tidak salah sistem ini baru ada di lembaga pemasyarakatan di Indonesia, bahkan sempat jadi studi banding dari negara-negara Thailand, Swedia, Kanada, dan Australia yang ingin mencontoh sistem database ini," ujarnya.

Edi berharap dengan adanya terobosan ini nantinya LP Narkotika Cipinang bisa menjadi panutan bagi instalasi pemerintahan lainnya. "Harusnya di jajaran lain juga ada database seperti ini," pungkasnya.

(ahy/ahy)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel