Detik.com News
Detik.com

Kamis, 24/05/2012 16:35 WIB

Polisi Buru Pelaku Perusakan Makam Sultan Hasanuddin

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Polisi Buru Pelaku Perusakan Makam Sultan Hasanuddin M Nur Abdurrahman/detikcom
Makassar - Polres Gowa berjanji akan secepat mungkin menangkap pelaku perusakan makam Sultan Hasanuddin. Mereka menggelar olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi.

Hal ini disampaikan Kapolres Gowa AKBP Totok Lisdiarto kepada detikcom saat ditemui di kompleks makam raja-raja Gowa, Palantikang, Kecamatan Somba Opu, Gowa, Kamis (24/5/2012).

Menurut Totok, saat ini timnya masih menyelidiki kasus perusakan tersebut dengan memeriksa kerusakan-kerusakan di areal makam dan memeriksa orang-orang yang tinggal di sekitar makam.

"Kami belum bisa mengetahui pelakunya siapa, karena masih dalam penyelidikan. Secepatnya kami akan ungkap bila bukti-buktinya sudah lengkap," ujar Totok.

Setelah aparat kepolisian melakukan olah TKP di sekitar kompleks makam raja-raja Gowa, proses selanjutnya akan diserahkan ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar untuk melakukan rehabilitasi.

Sultan Hasanuddin merupakan Raja Gowa ke-16, yang lahir di Gowa pada 12 Januari 1629 dan mangkat pada 12 Juni 1670. Sultan Hasanuddin memiliki nama asli I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape dan diangkat menjadi Raja Gowa pada saat usianya 23 tahun.

Nama Sultan Hasanuddin bagi masyarakat Sulawesi Selatan memiliki arti penting. Selain dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional karena kegigihan melawan penjajahan Belanda, namanya juga diabadikan menjadi nama bandara internasional dan nama kampus ternama di Makassar.

Dari 9 makam raja Gowa yang di berada kompleks, hanya bangunan makam Sultan Hasanuddin yang dirusak. Simbol patung ayam jantan yang berada di atas bangunan makam dan papan nama yang melekat di bangunan makam dirobohkan, Kamis (24/5/2012).

Sementara batu nisan makam ini dicopot dan ditinggalkan pelaku sekitar 20 meter dari makam. Selain itu, cincin imitasi dari patung Raja Gowa ke-16 yang berjuluk Ayam Jantan dari Benua Timur itu juga dicungkil.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mna/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%