detikcom
Rabu, 23/05/2012 20:37 WIB

Alwi Shihab Terima Penghargaan dari Presiden Portugal

Arifin Asydhad - detikNews
Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Alwi Shihab dinilai berjasa pada perbaikan hubungan bilateral Indonesia-Portugal. Alwi dianggap sebagai pihak yang memulihkan hubungan kedua negara pada 2001. Atas hal ini, Alwi pun diberi penghargaan oleh Presiden Portugal Anibal Antonio Cavaco Silva.

Penyerahan penghargaan terhadap Alwi dilakukan Presiden Portugal di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (23/5/2012) malam. Penyerahan penghargaan terhadap Alwi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Presiden Portugal saat melawat ke Indonesia.

Presiden Portugal Indonesia tiba di Indonesia dua hari lalu. Lawatan Presiden Portugal ini merupakan sejarah penting karena kunjungan ini merupakan kunjungan pertama kalinya oleh kepala negara Portugal ke Indonesia sejak dibukanya hubungan diplomatik Indonesia dan Portugal pada 1950.

Penyerahan penghargaan terhadap Alwi ini juga bersamaan dengan acara pembukaan pameran 'Lima Abad Hubungan Politik dan Diplomatik Indonesia dan Portugal' yang juga dibuka oleh Presiden Portugal. Hadir dalam acara ini, para pejabat Portugal dan perwakilan negara sahabat, serta para pejabat Indonesia.

Jasa Alwi dalam pemulihan hubungan Indonesia-Portugal ini dilakukan pada 2001, saat dia menjadi Menlu dalam kabinet Gus Dur. Berkat Alwi, hubungan Indonesia dan Portugal yang membeku selama dua dekade menjadi cair kembali.

Alwi mendapat penghargaan 'Republik Gra-Cruz Portugal da ordem do Merito', yang merupakan medali tertinggi dari pemerintah Portugal untuk kalangan sipil. Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Carlos Frota, menyatakan penghargaan tertinggi ini sebagai pengakuan formal pemerintah Portugal kepada Alwi Shihab dalam upayanya sebagai menlu pada 2001 dalam memulihkan hubungan diplomatik Portugal dan Indonesia.

Alwi Shihab lahir di Rappang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat pada 19 Agustus 1946. Dia mendapatkan titel sarjana akidah filsafat dari IAIN Ujungpandang dan meraih master dari Universitas Al Azhar Kairo Mesir. Alwi juga memiliki gelar master dari Universitas Temple, Amerika Serikat. Alwi yang dikenal juga sebagai ulama ini juga mendapatkan gelar doktor dari Universitas Ain Syam Mesir.

Sejumlah jabatan penting pernah ia emban. Pada 2004-2005 Alwi menjabat Menko Kesra di kabinet SBY-JK. Sebelumnya Alwi menjabat Menlu pada kabinet Gus Dur dari 1999-2001. Setelah tidak menjabat menteri, Alwi dipercaya SBY sebagai utusan khusus untuk negara-negara Timur Tengah.

Di bidang politik, Alwi pernah bergabung dan memimpin Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Terkait friksi internal di PKB, Alwi kemudian mendirikan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) pada 2007.


Jokowi Tak Beri Restu, KK Dheeraj Nekat Putar Film Jokowi. Saksikan Cerita Lengkapnya di "Reportase Siang" hari ini, mulai pukul 10.37 WIB Hanya di Transtv

(asy/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000