Selasa, 22/05/2012 10:05 WIB
Dekadensi Moral: Buah Liberalisme
Kasus yang menimpa para politisi bangsa ini semakin memperjelas betapa bobroknya moral para pemimpin bangsa ini.
Pada Desember 2006 lalu, Yahya Zaini terlibat kasus video mesum dengan penyanyi Maria Eva. Kemudian tahun 2008 muncul kasus Max Moein yang dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap sekretaris pribadinya, Desy Firdiyanti.
Selang beberapa tahun kemudian Arifinto tertangkap basah sedang membuka situs porno saat sidang paripurna berlangsung.
Baru-baru ini, pemberitaan kembali digemparkan oleh kasus video mesum yang pemainnya mirip anggota DPR Komisi IX.
Dekadensi moral kini sudah menjadi fenomena umum layaknya fenomena gunung es. Karena boleh jadi masih banyak kasus serupa yang belum terungkap.
Ironisnya ada beberapa kasus yang sudah sangat jelas merusak moral bangsa malah mendapatkan legitimasi dari pihak Badan Kehormatan (BK) DPR, seperti kasus mabuk-mabukan.
Hal ini senada dengan pernyataan anggota BK, Nudirman Munir bahwa mabuk-mabukan ‘tidak melanggar peraturan’ dan tidak dapat dikenai sanksi selama ia tidak mengganggu kepentingan umum.
Inilah potret Indonesia saat ini. Gaya hidup hedonis di kalangan elit politik tak lagi dipandang sebagai sebuah keganjilan, melainkan kewajaran yang sudah mendapat legitimasi sebagai sebuah keabsahan.
Kita pun semakin memahami bahwa standar benar dan salah saat ini relatif, tidak memiliki nilai mutlak. Wajar, jika benar dan salah tidak memiliki standar baku yang pasti.
Karena penentuan benar atau salahnya pun diserahkan kepada rakyat yang memiliki tingkat pemahaman dan kepentingan yang berbeda. Dengan kata lain, pembuatan hukum diserahkan sepenuhnya kepada rakyat yang direperesentasikan oleh para wakil rakyat (kedaulatan berada di tangan rakyat).
Kedaulatan berada di tangan rakyat merupakan konsep demokrasi yang tengah dianut Indonesia saat ini, dan dengan sistem pemerintahannya yaitu kapitalisme.
Karena manusia yang memiliki kedaulatan, maka manusia memiliki kebebasan dalam segala hal termasuk membuat hukum. Paham kebebasan (liberalisme) inilah yang kemudian menjadikan kebenaran itu bersifat relatif, sehingga setiap orang memiliki standar perbuatannya masing-masing.
Wajar, jika sesuatu yang melanggar norma pun masih dianggap 'tidak melanggar peraturan', seperti apa yang dikatakan Nudirman Munir.
Selain itu dengan asasnya kapitalisme-sekulerisme, peraturan yang dibuat hanya berdasarkan asas-manfaat semata tanpa memperhatikan benar atau salah.
Menjadi sebuah kelaziman pula jika saat ini lahir peraturan-peraturan yang menjamin dan memperbolehkan semua ekspresi kebebasan dengan batasan asal tidak melanggar kebebasan orang lain dan asal tidak mengganggu kepentingan umum.
Slogan kebebasan ini nampaknya sudah merasuki pemikiran masyarakat hingga dekadensi moral pun tak dapat dibendung lagi. Apabila sudah seperti ini, akan berapa banyak lagi generasi yang rusak karenanya?
Ironis, di negara yang mayoritasnya muslim seperti di Indonesia. Perilaku yang ditampakan kaum muslimnya sendiri sangat jauh dari sosok yang berkepribadian Islam.
Islam kemudian ditanggalkan, dibiarkan terbungkus rapi dan tidak diaktualisasikan dalam kehidupan. Kini tidak dapat dihindari lagi eksistensi masyarakat dengan segala atribut kemanusiaanya tidak akan lagi terjaga.
Di sini perlu kiranya kita sama-sama memahami, merubah pola pikir kita dan menyatukan paradigma berpikir bahwasanya liberalisme merupakan penyakit yang sangat mematikan.
Akankah kita diam membiarkan penyakit itu hingga imunitas kita terkikis karenanya? Sebuah penyakit tentu membutuhkan obat untuk menyembuhkannya, dan obat yang paling manjur yaitu mencabut sumber penyakitnya.
Walhasil, liberalisme sebagai salah satu pilar sistem sekulerisme-kapitalisme dengan sistem politiknya yakni demokrasi harus segera ditanggalkan dan mengganti dengan sebuah sistem dengan peradabannya yang luhur dan agung.
Sistem ini ti ada lain adalah sistem pemerintahan Islam dalam bingkai Khilafah Islamiyyah.
Khilafah yang kemudian akan menjaga moral warga negaranya dari ide-ide sepilis (sekulerisme-pluralisme-liberalisme) yang membahayakan. Selain itu tidak akan ada lagi standar kebenaran yang bersifat relatif, karena Islam meletakkan kedaulatan pada hukum Syara'.
*Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pendidikan Indonesia dan Aktivis Komunitas Muslimah Pembebas Generasi
Rismayanti Nurjannah
Jl. Geger Kalong Girang, Bandung
rismayantinurjannah@yahoo.co.id
082115632175
Reportase Malam
(wwn/wwn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Alat Pemantau Gempa di Gunung Dicuri, Keselamatan Masyarakat Terancam
812 share this. -
Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Tertimpa Tubuh Pria yang Loncat Bunuh Diri
670 share this. -
Istri Fathanah Sefti Kini Banjir Job Main FTV
657 share this. -
3 Siswa SMP yang Gagalkan Perkosaan Mendapat Beasiswa Pendidikan
526 share this. -
Polisi: Penebar Ranjau Paku yang Dikeroyok Warga di Roxy Tukang Tambal Ban
517 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Opini Terbaru
Indeks Opini ยป
-
Jumat, 17/05/2013 08:56 WIB
KBT, Benahilah Sebelum Terlambat
-
Selasa, 14/05/2013 09:36 WIB
Jalan Layang dan Kemacetan
-
Selasa, 07/05/2013 12:42 WIB
Busway: Semestinya Lebih Baik
-
Senin, 06/05/2013 11:23 WIB
Muktamar Khilafah Untuk Indonesia Lebih Baik
-
Kamis, 02/05/2013 16:38 WIB
Sang Kartini
-
Kamis, 23/05/2013 16:22 WIB
Ibunda: Kalau Darin Istri Luthfi, Saya Mau Rumah, Mobil dan Deposito
-
Kamis, 23/05/2013 16:54 WIB
Satpam yang Sebut Darin Panggil Luthfi 'Papa' Diancam Orang Tak Dikenal
-
Kamis, 23/05/2013 17:04 WIB
Hasil UN SMA, 99,48 % Siswa di Indonesia Mulus Lulus
-
Kamis, 23/05/2013 16:59 WIB
Warga Heran Polisi Baru Tiba 20 Menit Setelah Pembunuhan Tentara Inggris
-
Kamis, 23/05/2013 15:40 WIB
Darin Diperkirakan Dinikahi Luthfi Saat Umur 18 Tahun
-
Kamis, 23/05/2013 16:33 WIB
Shock Diberitakan dengan Luthfi, Darin Pergi Rekreasi
-
Kamis, 23/05/2013 17:02 WIB
Polisi Selidiki Juga Peran Wabup Bogor Dalam Pembuatan Video Porno
-
Kamis, 23/05/2013 15:28 WIB
Ibunda Sebut Luthfi Beberapa Kali ke Rumah Darin Minta Pijat
-
569 Komentar
-
363 Komentar
-
229 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
147 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 15:46 WIB
Jika Dipanggil KPK Lagi, Darin Tetap Tak Mau Datang
-
Kamis, 23/05/2013 15:32 WIB
Ke Rumah Darin, Luthfi Minta Pijat
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
