detikcom
Senin, 21/05/2012 22:11 WIB

Tersangka Korupsi, Wakil Ketua DPRD Jateng Pimpin Rapat Banggar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jakarta - Ada yang berbeda dari rapat Badan Anggaran DPRD Jateng siang tadi, Senin (21/5/2012). Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Jateng, Reza Kurniawan yang saat ini masih berstatus sebagai tersangka kasus korupsi.

Pimpinan rapat juga meminta CCTV di dalam ruangan rapat dinonaktifkan atas perintah pemimpin rapat. Tak jelas atas kepentingan apa CCTV dimatikan.

Menurut anggota Badan Kehormatan DPRD Jateng, Wahyudin Noor Aly, tidak ada masalah jika sebuah rapat dipimpin oleh tersangka sekalipun. Pihaknya juga menambahkan anggota DPRD belum bisa diberhentikan ketika masih berstatus tersangka.

"Kita hanya mengikuti aturan. Namun jika sudah berstatus terdakwa maka kita akan melakukan proses," kata Wahyudin melalui ponselnya, Senin (21/5/2012).

Walaupun ada sedikit pengaruh pada citra lembaga terkait dua pimpinan DPRD yang terjerat kasus korupsi, namun menurut Wahyudin, BK tidak memiliki kewenangan dalam proses hukum, jadi pihaknya hanya bisa mengikuti alur diluar proses hukum.

"Memang ada sedikit dampak di sisi citra lembaga. Meski demikian pembahasan anggaran tidak terpengaruh," imbuhnya.

Meski ada wakil ketua DPRD Jateng lainnya yaitu Abdul Fikri Faqih, Rapat Banggar yang pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Perhitungan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan 2012 Propinsi Jawa Tengah tersebut tetap meminta Reza untuk memimpin rapat.

Wakil Ketua DPRD Jateng M Reza Kurniawan ditetapkan menjadi tersangka oleh kejaksaan dalam kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) APBD Jateng 2008 di Kabupaten Magelang senilai Rp 1,2 M dan Rp 2,6 milyar di kabupaten Sragen.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(van/van)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%