Keluarga Hanya Diberi Waktu 10 Menit Lihat Jenazah Korban Sukhoi

Keluarga Hanya Diberi Waktu 10 Menit Lihat Jenazah Korban Sukhoi

Salmah Muslimah - detikNews
Senin, 21 Mei 2012 18:07 WIB
Keluarga Hanya Diberi Waktu 10 Menit Lihat Jenazah Korban Sukhoi
Jakarta - 13 Hari berselang sejak Sukhoi SuperJet 100 kecelakaan di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. 45 Orang yang ada di perut pesawat tewas akibat kecelakaan itu. Selasa (22/5) besok, keluarga diberi waktu 10 menit untuk melihat jenazah orang yang dicintainya itu.

"Kita harapkan dua tiga orang waktunya sekitar 10 menit. Karena peti jenazah setelah dilihat akan ditutup kemudian dilas untuk kemudian dipersiapkan untuk upacara di Halim," ujar Kepala RS Polri, Brigjen Agus Prayitno, di RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (21/5/2012).

Siapa saja keluarga yang akan melihat jenazah korban telah didaftar. Mulai Selasa besok, nama-nama yang sudah ada dalam daftar akan dipanggil untuk melihat jenazah korban untuk yang terakhir kalinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengingat kondisi jenazah yang tak lagi utuh, RS Polri akan menjelaskan kondisi itu kepada pihak keluarga. Jika tidak kuat, RS Polri menyarankan agar keluarga tidak memaksakan diri untuk melihat.

"Kita jelaskan dulu, apakah akan melihat atau tidak. Kalau lihat ya silakan, kalau tidak diserahkan kepada kita. Ya kita lakukan penutupan peti," sambung Agus.

Keluarga diizinkan untuk melihat jenazah korban mulai pukul 13.00 WIB. "Untuk mempercepat proses selanjutnya, kalau sudah lihat kita persiapkan waktunya sampai jam 21.00 WIB. Setelah itu peti akan ditutup dan dilas dibawa ke Halim untk rencana upacara Rabunya," imbuh Agus.

Prosesi keagamaan untuk para korban akan dilakukan pada Selasa besok siang. Pemuka agama seperti ulama atau perwakilan gereja dan sebagainya akan dihadirkan untuk melakukan prosesi sesuai agama masing-masing. Karena itulah pihak keluarga sudah dimintai data terkait agama masing-masing jenazah.

Dari 45 penumpang Sukhoi SuperJet 100 nahas, 10 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA). Keluarga WNA juga dipersilakan untuk melihat kondisi jenazah. Sebab hal itu merupakan hak dari keluarganya.

"Untuk WNA, kita serahkan ke kedubes masing-masing," lanjut Agus.

Surat kematian untuk para korban juga sedang dipersiapkan. Selain ada tim rekonstruksi, ada pula tim yang melakukan persiapan sertifikan identifikasi dan surat kematian. "Termasuk berita acara untuk serah terima jenazah," kata Agus.

Serah terima jenazah akan dilakukan di Bandara Halim Perdanakusumah pada Rabu (23/5).45 Ambulans dikerahkan untuk membawa jenazah dari RS Polri ke Bandara Halim.

(/ndr)


Berita Terkait