detikcom
Senin, 21/05/2012 16:50 WIB

Isu Ekonomi Jadi Kunci Obama Untuk Kembali Menangi Pilpres AS

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Barack Obama & Mitt Romney (Getty Images)
Jakarta, - Kandidat incumbent Presiden Amerika Serikat Barack Obama hampir dipastikan akan berhadapan dengan kandidat dari Partai Republik, Mitt Romney dalam pemilihan presiden AS yang digelar November mendatang. Peluang Obama untuk meraih suara mayoritas dari rakyat AS, dinilai masih cukup besar.

Sebagai seorang incumbent atau kandidat yang sedang berkuasa, Obama memiliki popularitas yang lebih besar dari Romney. Meskipun tidak dipungkiri bahwa popularitas Obama saat ini, memang tidak lagi sebesar popularitasnya pada tahun 2008 lalu.

Seperti dipaparkan oleh Guru Besar Ilmu Politik dari University of Kansas, AS, Profesor Burdett A Loomis, fokus kampanye pada pilpres November mendatang lebih kepada kampanye di masing-masing negara bagian dan bukannya secara nasional. Dan bagi Obama yang notabene lebih populer dari Romney, hal ini tidak menjadi masalah.

Kendati demikian, ada satu hal yang bisa menjadi penghalang Obama untuk meraih kembali kursi presiden AS. Sebagai seorang incumbent, publik pasti akan fokus pada kinerjanya selama menjabat dalam 4 tahun terakhir.

"Pemilihan presiden AS 2012, ditentukan oleh bagaimana rakyat Amerika menilai kinerja Obama," tutur Profesor Loomis dalam workshop soal pemilu AS di Kedubes AS, Jakarta, Senin (21/5/2012).

Permasalahan ekonomi yang cukup membebani rakyat AS saat ini, dinilai sebagai isu paling krusial dalam pilpres AS mendatang. Jika gagal mengatasinya, bisa jadi perjalanan Obama untuk kembali berkuasa akan gagal. Selain itu, banyak rakyat AS yang kecewa dengan kebijakan-kebijakan ekonomi Obama semasa menjabat.

Lebih lanjut, Loomis memaparkan dua faktor penentu kemenangan Obama dalam pilpres mendatang. Faktor pertama, yakni apakah tingkat dukungan bagi presiden bisa di atas 50 persen? Faktor kedua, yakni apakah tingkat pengangguran di AS bisa berada di bawah 8 persen dan terus menurun?

"Dua jawaban 'Ya', maka Obama menang. Jika dua jawaban 'Tidak', maka Romney memiliki kesempatan yang lebih baik," terangnya.

Loomis menambahkan, dalam jajak pendapat yang digelar di AS baru-baru ini, perolehan suara Obama masih mengungguli Romney. Obama meraih suara 45,9 persen, sedangkan Romney meraih suara sebesar 44,1 persen jika pilpres AS digelar hari ini.


Jokowi Tak Beri Restu, KK Dheeraj Nekat Putar Film Jokowi. Saksikan Cerita Lengkapnya di "Reportase Siang" hari ini, mulai pukul 10.37 WIB Hanya di Transtv

(nvc/ita)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    60%
    Kontra
    40%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close