"Kondisinya mereka bilang bukan dapat dilihat dengan baik, karena kan sudah seminggu lebih. Bentuknya sudah tidak bisa jelas," ujar Uneng saat berbincang dengan detikcom, Minggu (20/5/2012).
Perempuan dari keluarga Edward tidak diizinkan melihat jasad terakhir staf Indo Asia itu. Uneng takut keluarganya ada yang trauma melihat kondisi jenazah Edward.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun asli Medan, namun keluarga dengan marga Panggabean ini sudah dari kecil tinggal di Duren Sawit, Jakarta Timur. Sementara para keluarga yang masih berada di Medan akan menyusul besok.
Tim Disaster Victim Identification akan menyerahkan jenazah korban Sukhoi Superjet 100 kepada pihak keluarga pada hari Rabu (23/5/2012). Edward diketahui merupakan salah satu staf Indo Asia yang menumpang pesawat SSJ 100 saat acara Joy Flight dari Bandara Halim Perdanakusuma tujuan Pelabuhan Ratu, Rabu (9/5) silam. Namun naas, pesawat diketahui hilang kontak dan terjatuh di Gunung Salak.
Proses evakuasi pun memakan waktu hingga 10 hari, sejak Rabu (9/5) hingga resmi ditutup Jumat (18/5) kemarin dikarenakan sulitnya medan. Hal tersebut juga mempengaruhi kondisi jasad korban, termasuk Edward.
(gah/gah)











































