Sabtu, 19/05/2012 00:40 WIB
Pidato di Slovenia, Megawati Bicara Peran Soekarno dalam Gerakan Non Blok
Megawati & Presiden Pertama Slovenia Milan Kucak/ Dok DPP PDIP
"Saya ingin menegaskan bahwa apa yang telah diperjuangkan oleh para pemrakarsa GNB tidak pernah lekang oleh sejarah. Bahkan bagi Bung Karno sendiri, spirit tersebut menjadi energi penggerak yang tidak pernah berhenti, meskipun pada akhirnya dihadapkan pada pilihan yang sulit," kata Megawati dalam salinan pidato yang diterima detikcom, Jumat (18/5/2012).
Megawati mengatakan Bung Karno sungguh menyadari satunya kata dan perbuatan, yang disertai dedication of life tanpa batas kepada rakyat dan bangsanya. Megawati meyakini bahwa ide, gagasan, pemikiran dan perjuangan Bung Karno, termasuk ikut memprakarsai lahirnya GNB, dan penggalangan the new emerging forces, pada dasarnya adalah perjuangan untuk membebaskan manusia dari hisapan kapitalisme dan imperialisme.
"Inilah yang oleh negara yang sudah established merupakan ancaman sehingga Soekarno pun disingkirkan. Saya tidak akan pernah berhenti di dalam menyuarakan hal ini, khususnya kepada generasi muda Indonesia, dan warga bangsa pada umumnya, yang ikut digerakkan oleh cita-cita yang sama: mewujudkan tatanan dunia baru yang lebih berkeadilan," tegas Ketua Umum PDIP ini.
Megawati bercerita mengenai teringat memorinya pada 51 tahun silam. Saat itu dirinya baru berusia 14 tahun dan menjadi delegasi termuda pada KTT Non Blok 1 di Belgrade pada tahun 1961. Megawati teringat saat dirinya mendampingi ayahnya berdiskusi dengan pemimpin-pemimpin penting di dunia pada saat itu seperti Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito, Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, Perdana Menteri Jawaharlal Nehru, Presiden Ghana Kwame Nkrumah dan banyak pemimpin dari Negara peserta KTT 1 Non Blok.
"Kenangan yang indah dan melekat begitu kuat. Sebuah pengalaman yang menjadi guru maha penting dalam perjalanan hidup dan karir saya sebagai politisi," tuturnya.
Menurut Megawati, dari sisi wadahnya, memang GNB mengalami pasang naik dan pasang surut. Namun spirit kelahirannya yang menyatu dengan 'spirit pembebasan' setiap bangsa terjajah untuk merdeka, adalah spirit yang selalu abadi sepanjang masa.
"Atas dasar spirit ini pulalah, seharusnya kita berani merumuskan kembali visi gerakan ini menghadapi abad 21. Saya mengusulkan agar GNB dapat dengan tegas merumuskan visinya sebagai gerakan solidaritas perjuangan kemandirian ekonomi dan Kepribadian Sosial Budaya," ungkap istri Ketua MPR Taufiq Kiemas ini.
Gerakan kemandirian ekonomi ini, lanjut Megawati, harus dijabarkan dalam kerjasama eknomi yang sejajar antara Negara GNB. Hal yang tidak kalah pentingnya, GNB perlu secara bersama dan fokus menyuarakan perombakan struktur ekonomi global yang didominasi oleh nilai-nilai ekonomi pasar fundamentalis menjadi ekonomi yang lebih berkeadilan sosial.
"Berangkat dari perubahan visi ini, dalam merumuskan misi perjuangannya, saya mengusulkan agar GNB memfokuskan diri untuk mengembalikan fungsi regulasi ekonomi pada Negara sebagai pengatur utama kesejahteraan rakyat. Negara harus mampu mengendalikan pasar demi kesejahteraan rakyat. Demokrasi politik ekonomi dan kerjasama global, seharusnya dibangun di atas dasar kemandirian ekonomi Negara untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dunia yang lebih berkeadilan," tutupnya.
(mpr/mpr)
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kelamin Abdul Dipotong NN dengan Cutter
728 share this. -
51 Orang Tewas Akibat Tornado di Oklahoma
608 share this. -
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Dipaksa Berhubungan Intim
606 share this. -
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
555 share this. -
Nasib UN SD Ditentukan Bulan September
514 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 22:14 WIB
Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Parit Besar di Medan
-
Selasa, 21/05/2013 21:43 WIB
Ini Kontrakan Sederhana Keluarga Darin Sebelum Kenal 'Bos'
-
Selasa, 21/05/2013 21:38 WIB
Agar Perbudakan Buruh Tak Terulang, Menaker Minta Laporan Masyarakat
-
Selasa, 21/05/2013 21:14 WIB
Perusahaan Pemenang Proyek Simulator Awalnya Bisnis Tutup Botol
-
Selasa, 21/05/2013 21:09 WIB
Ini Reaksi Luthfi Hasan Saat Ditanya Soal Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 21:09 WIB
Ini Reaksi Luthfi Hasan Saat Ditanya Soal Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 21:37 WIB
Ini Kontrakan Sederhana Keluarga Darin Sebelum Kenal 'Bos'
-
Selasa, 21/05/2013 20:49 WIB
Pembunuh SPG Cantik di Semarang Berhasil Dibekuk
-
Selasa, 21/05/2013 20:03 WIB
Kasus Pencucian Uang Luthfi, KPK Bisa Panggil Paksa Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 18:54 WIB
Ibunda Darin Sempat Sebut ke Tetangga Menantunya dari Jeddah
-
Selasa, 21/05/2013 21:14 WIB
Perusahaan Pemenang Proyek Simulator Awalnya Bisnis Tutup Botol
-
Selasa, 21/05/2013 19:59 WIB
Pria Tanpa Kepala Ditemukan di Tol Cikampek, Diduga Korban Tabrak Lari
-
Selasa, 21/05/2013 20:43 WIB
Sukotjo Bambang Serahkan Bukti Baru Kasus Simulator SIM ke KPK
-
358 Komentar
-
236 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:52 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
