detikcom
Kamis, 17/05/2012 08:31 WIB

Libur Panjang, Garuda Kerahkan Pesawat Berbadan Besar ke Tujuan Favorit

Rivki - detikNews
foto: ilustrasi/detikcom
Jakarta - Libur panjang pekan ini membuat permintaan tiket pesawat terbang melonjak, jumlah penumpang mengalami kenaikkan 15 sampai 20 persen. Pesawat berbadan besar juga diturunkan untuk antisipasi lonjakan pengguna jalur udara ini.

"Dibandingkan kondisi normal, libur pekan ini mengalami peningkatan 15 sampai 20 persen," kata Humas PT Garuda Indonesia, Pudjobroto, saat dihubungi detikcom, Kamis (17/5/2012).

Menurutnya, beberapa penerbangan tujuan kota besar di Indonesia ada yang mengalami status full booking. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya mengerahkan pesawat dengan muatan besar.

"Misalnya pada hari biasa untuk tujuan Makasar kita pakai pesawat kapasitar 162 orang, sedangkan untuk long weekend ini kita pakai Air Bus dengan muatan 222 penumpang," ucapnya.

Tidak hanya penerbangan domestik, penerbangan ke luar negeri juga mengalami peningkatan penumpang. Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, menjadi destinasi favorit para penumpang.

"Untuk penerbangan luar negeri mengalami kenaikkan penumpang 15 - 20 persen. Beberapa kota di Cina juga mengalami kenaikkan penumpang selain Bangkok, Singapura dan Kuala Lumpur," papar Pudjobroto.

(rvk/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel