detikcom
Kamis, 17/05/2012 07:08 WIB

Arus Kendaraan Menuju Puncak Bogor Mulai Padat

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Pengaruh liburan panjang akhir pekan mulai terlihat di sejumlah ruas jalan dan tol. Seperti arus kendaraan di tol Jagorawi ke arah Puncak mulai terpantau padat sejak pagi ini.

"Masih lancar. Namun antrean sudah terlihat di pintu tol Ciawi yang ke arah puncak di Km 43. Sepertinya karena masuk liburan akhir pekan," ujar petugas Jasa Marga, Wisnu, kepada detikcom, Kamis (17/5/2012).

Namun, Wisnu mengatakan sistem buka tutup jalur ke arah Puncak belum diberlakukan. Jalur dua arah masih lakukan.

Liburan akhir pekan Minggu ini terbilang cukup panjang. Terhitung sejak hari ini hingga hari Minggu (20/5) akan datang.

Seperti biasa, liburan panjang seperti ini selalu digunakan masyarakat untuk berlibur bersama keluarga ataupun berkunjung ke sanak famili. Hal ini terlihat pada sejumlah ruas jalan tol terutama yang mengarah ke luar kota yang terpantau padat.

(rmd/rvk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel