"Operasi yang kita laksanakan menurut aturan 7 hari. Tapi karena masih ada yang perlu dievakuasi. Kalau tim kita tidak menemukan korban, maka nanti sesuai Kabasarnas akan kita tutup atau paling tidak Jumat kita tutup," ujar Ketua Tim SAR Gabungan dari Basarnas, Ketut Purwa, di Posko Embrio Cipelang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/5/2012) malam.
Purwa mengatakan besok (hari ini) tim SAR gabungan masih melakukan penyapuan. Sekitar 189 personel yang terdiri dari gabungan personel TNI, Polri, Basarnas, dan panjat tebing akan melanjutkan penyisiran atau penyapuan mencari korban. Jika tidak ada lagi korban yang ditemukan, Purwa mengatakan boleh jadi proses evakuasi diakhiri pada Kamis (17/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 32 kantong jenazah itu, 5 kantong di antaranya berisi properti. Sedangkan sisanya, 27 kantong berisi body parts.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) juga sudah melakukan pengambilan sampel postmortem bagian tubuh dari 25 kantong jenazah. Dari sejumlah itu, baru 1 korban yang teridentifikasi, yakni WNI berjenis kelamin laki-laki.
Pada pencarian Rabu (16/5), tim evakuasi juga kembali berhasil menemukan jasad korban Sukhoi. Jasad-jasad yang tidak utuh itu dimasukkan ke dalam 9 kantong jenazah. 9 Kantong jenazah itu telah dievakuasi ke helipad puncak 1 dan diringkaskan ke dalam 5 kantong jenazah. Namun karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, 5 kantong jenazah itu tertahan di puncak 1 dan baru akan dievakuasi ke Halim, Kamis (17/5).
Dengan tambahan 5 kantong tersebut, berarti sudah 37 kantong jenazah yang dievakuasi tim SAR.
Pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, pada Rabu (9/5) lalu. Berdasarkan aturan, waktu pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat adalah 7 hari dari waktu kecelakaan. Namun, karena melibatkan tim SAR Rusia dan untuk pencarian lebih maksimal, waktu evakuasi korban diperpanjang 3 hari.
(rmd/rmd)











































