detikcom
Rabu, 16/05/2012 12:50 WIB

Bila FDR Tak Ketemu, KNKT: Tak Ada Rotan Akar Pun Jadi

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Bagian black box Sukhoi Superjet 100 yang ditemukan adalah Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam percakapan dalam kokpit pesawat. Sementara Flight Data Recorder (FDR) yang merekam data-data penerbangan masih terus diburu. Bagaimana bila FDR tak ketemu?

"Tidak ada rotan akar pun jadi," kata Investigation In Charge (IIC) KNKT untuk kasus SSJ-100, Mardjono Siswo Suwarno, ketika ditanya kemungkinannya bila FDR tidak ketemu, dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Rabu (16/5/2012).

Bisa jadi yang dimaksud Mardjono adalah KNKT akan melakukan analisa dari barang bukti yang ada seperti CVR dan rekaman ATC-pilot yang sudah diserahkan PT Angkasa Pura II kepada KNKT.

Namun Mardjono optimistis bahwa FDR itu akan ditemukan. "Ketemulah," katanya.

FDR ini, imbuh Mardjono, tidak kalah penting dari CVR yang telah ditemukan. "FDR sangat perlu karena membaca ketinggian pesawat," jelas dia.

Keberadaan FDR ini akan terus dicari oleh Tim SAR. Sementara CVR ditemukan di kedalaman 600 meter dari puncak Gunung Salak.

"Jadi di dalam masih banyak puing-puing. Kami akan bawa ke KNKT akan kita baca bersama dengan KNKT Rusia. Ini juga kita bawa sampel ke sana agar memberitahu tim lapangan agar mudah diketemukan," jelas dia.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(nwk/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%