detikcom
Rabu, 16/05/2012 11:31 WIB

Tim DVI Sudah Ambil 33 Sidik Jari dan 130 Sampel DNA Korban Sukhoi

gah - detikNews
Evakuasi korban Sukhoi (Jhoni/ detikcom)
Jakarta - Tim DVI (Disaster Victim Identification) terus berusaha melakukan identifikasi terhadap jenazah korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor. Sejumlah sampel sidik jari dan DNA pun sudah diambil oleh tim DVI.

"Sampai saat ini telah terkumpul 33 sidik jari, dan 130 sampel DNA yang diambil dari keseluruhan kantong yang diperiksa" kata Kabid Dokpol Pusdokes Mabes Polri, Anton Castilani saat dihubungi detikcom, Rabu, (16/5/2012).

Anton menjelaskan sebenarnya masih ada potongan tubuh yang perlu diidentifikasi. Tapi saat ini tim identifikasi baru bisa mengambil sampel dari 130 bagian tubuh korban yang dievakuasi di RS Polri.

"Lebih dari 130 potongan tubuh, sampel dari potongan tubuh yang diperiksa," ucapnya.

Castilani menuturkan, meskipun sampel tersebut telah mereka miliki, namun hal itu belum bisa dijadikan sebagai data untuk menentukan identitas korban. Masih perlu ada proses lanjutan yang harus dilalui.

"Sampel itu masih kita jadikan bahan untuk proses identifikasi. Karena itu kita pastikan belum ada korban yang sudah teridentifikasi," ujarnya

Anton menambahkan, saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya sinkronisasi data ante mortem dan post mortem. Dia meminta keluarga untuk bersabar agar tim bisa melakukan tugasnya dengan baik.

"Jadi kita harap keluarga tetap bersabar. Nanti kalau hasilnya sudah ada, keluarga akan kita beri tahu," tandasnya.


Penimbun BBM gunakan macam macam cara untuk mengeruk keuntungan.Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(gah/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000