Detik.com News
Detik.com
Rabu, 16/05/2012 09:10 WIB

3 Kakak Beradik Tewas dalam Kebakaran di Muara Karang karena Terkunci

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Tiga orang kakak beradik meninggal dalam kebakaran ruko di Muara Karang, Jakarta Utara. Kebakaran ini diduga barasal dari korsleting listrik. Ruko ini juga terkunci saat petugas pemadam datang.

"Ruko itu jualan sembako, saat kita sampai ke lokasi keadaannya terkunci," kata
Kasi Ops Damkar Jakarta Utara Nurdin Silalahi kepada detikcom, Rabu (16/5/2012).

Nurdin mengatakan, saat itu Neli Seno (12), Melani Seno (11), dan Ephan Seno (7) baru saja kembali dari makan malam bersama orangtuanya. Saat tiba di ruko tersebut sedang mati lampu.

"Mereka kemudian diminta naik ke atas dan orangtuanya keluar beli lilin," katanya.

Tak berapa lama lampu menyala, terjadi korsleting listrik, sehingga menimbulkan kebakaran. Api merambat dengan cepat di ruko itu. Ketiga kakak beradik ini kemudian mencoba keluar dari ruko tersebut tapi tidak bisa.

"Kita tidak tahu pasti apa rukonya dikunci dari luar atau dalam, tapi yang pasti terkunci," katanya.

Nurdin mengatakan, jendela-jendela di roko itu juga dipasangi teralis sehingga petugas tidak bisa masuk. Saat pemadam berasil masuk tiga orang kakak beradik ini sudah tak sadarkan diri akibat sesak nafas.

"Saat dibawa ke RS Atma Jaya mereka masih bernafas, tapi nyawanya tidak tertolong saat sampai di RS," katanya.

Kebakaran terjadi pukul 21.00 WIB, Selasa (15/5). Api berhasil dipadamkan pukul 23.55 WIB.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%