Selasa, 15/05/2012 19:16 WIB

Nazaruddin Mangkir dari Panggilan KPK karena Ingin Diperlukan Istimewa

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta, - Terpidana kasus suap wisma atlet, M Nazaruddin mangkir dari panggilan KPK hari ini. Rencananya, Nazaruddin akan bersaksi untuk tersangka Angelina Sondakh. Pihak Nazar mengkonfirmasi alasan ketidakhadiran karena ingin diperlakukan istimewa.

"Tadi memang ada jadwal untuk Nazar sebagai saksi. Saya belum ada info apakah dia tidak hadir karena sakit atau alasan lain," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di kantornya, Jalan Rasuna Said, Selasa (15/5/2012).

Dihubungi terpisah, Kuasa Hukum Nazaruddin, Junimart Girsang menjelaskan kliennya memang tidak akan memenuhi panggilan KPK. Junimart meminta agar KPK dapat memperlakukan Nazaruddin dengan istimewa seperti Yulianis.

"KPK harus jemput bola donk. Datang ke Cipinang. Kalau perlu periksa Nazar di apartemen seperti Yulianis. Dia saja bisa, kenapa Nazar tidak," papar Junimart.

Hari ini KPK memanggil Nazaruddin dan mantan Sesmenpora Wafid Muharam. Beda dengan Nazaruddin, Wafid hadir untuk memenuhi panggilan.

Angelina Sondakh ditetapkan sebagai Tersangka dalam kasus suap pembahasan anggaran Wisma Atlet Sea Games dan pembahasan anggaran universitas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).


Reportase Malam

(fjp/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    65%
    Kontra
    35%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel