detikcom
Selasa, 15/05/2012 17:46 WIB

22 Imigran Asal Afghanistan dan Pakistan Diamankan di Riau

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Sebanyak 22 orang imigran gelap asal Afghanistan dan Pakistan masuk ke wilayah Riau. Awalnya imigran ini berhasil diamankan jajaran Kodim 0303 Bengkalis, Riau.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Imigrasi Dumai, Abdullah Reni Simanungkalit, Selasa (15/5/2012) kepada wartawan di Dumai. Menurutnya, imigran ini awalnya menyeberang lewat laut dari Malaysia ke Riau yang selanjutnya akan menuju Jakarta.

"Imigran gelap ini awalnya ditemukan anggota Kodim Bengkalis. Selanjutnya, 22 orang tersebut diserahkan ke Markas Kodim Bengkalis. Selanjutnya kita menerima laporan dan langsung melakukan pendataan," kata Abdullah.

Setelah didata, kata Abdullah, pihak Imigrasi Dumai berkoordinasi dengan Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) di Pekanbaru. "Tadi siang imigran ini sudah kita antar ke Rudenim Pekanbaru," katanya.

Menurut Abdullah, para imigran ini rata-rata berusia 17 sampai 19 tahun. Mereka tidak memiliki kelengkapan indentitas keimigrasian.

"Dari keterangan para imigran, mereka berencana akan menuju Jakarta untuk meminta suaka politik ke perwakilan PBB," kata Abdullah.

(cha/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel