detikcom
Selasa, 15/05/2012 17:40 WIB

Bantah Dikalahkan Yusril, Mendagri: Kami Hanya Taat Hukum

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi akhirnya menunda pelantikan Junaidi Hamsyah menjadi Gubernur Bengkulu definitif menggantikan Agusrin Najamuddin. Penundaan dilakukan terkait putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta atas permohonan Agusrin.

"Putusan sela itu tidak bisa dibanding. Karena taat hukum maka tidak kita tindak lanjuti pelantikannya. Pelantikannya menunggu putusan dari PTUN," kata Gamawan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (15/5/2012).

Putusan sela PTUN ini baru diketahui Mendagri kemarin malam (14/5) pada pukul 19.30 WIB. Pelantikan Junaidi yang sedianya dilakukan hari ini pun batal. "Junaidi tetap jadi wakil gubernur. Pemerintahan tetap berjalan," imbuhnya.

Gamawan menegaskan pemerintah masih menunggu putusan akhir dari majelis hakim PTUN. "Itu putusan sela PTUN, belum masuk materi. Jadi jangan dibilang pemerintah dikalahkan Yusril," pungkasnya.

Seperti diketahui, pasca Agusrin M Najamuddian dihukum 4 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) karena korupsi APBD Bengkulu senilai Rp 21 miliar, posisi Gubernur Bengkulu kosong. Lalu Presiden memberhentikan Agusrin dan mengeluarkan Keppres mengangkat wakil Agusrin, Junaidi Hamsyah menjadi Gubernur.

Agusrin kemudian meminta bantuan mantan Menteri Kehakiman (Menkeh) Yusril Ihza Mahendra. Lantas, Yusril yang telah mengantongi kartu advokat ini menggugat Presiden, Mendagri dan Junaidi Hamsyah untuk membatalkan Keppres tersebut.


(fdn/rmd)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%