Detik.com News
Detik.com
Minggu, 13/05/2012 04:41 WIB

Jelang Subuh, 4 Kecelakaan Warnai Jakarta dan Sekitarnya

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Menjelang subuh, sejumlah kecelakan terjadi di beberapa lokasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sedikitnya empat kecelakaan tercatat pada pagi hari ini.

Seperti dikutip dalam akun Twitter Polda Metro Jaya, Minggu (13/5/2012). Kecelakan pertama yakni truk terbalik di kawasan pintu Tol Cikunir 1 (Tol Jakarta Outer Ring Road). Kecelakaan yang tercatat terjadi pada pukul 03.40 WIB ini sedang dalam penanganan.

Sementara itu terjadi kecelakaan Sedan Honda City dengan nomor polisi B 8358 MJ yang terbalik di Traffic Light Fedex Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Kecelakaan tercatat pukul 03.42 WIB dan dalam penanganan petugas polisi setempat.

Kecelakaan lalu lintas juga dialami sepeda motor Suzuki Satria dengan nomor polisi B 3227 SBB. Motor ini menabrak tiang listrik di dekat Masjid Ahmadiyah Serua, Ciputat, Jawa Barat. Kecelakaan ini tercatat pukul 03.49 WIB dan masih dalam penanganan petugas polisi setempat. Disebutkan ada korban meninggal dunia.

Kemudian di Bintaro Plaza, terjadi kecelakaan sepeda motor yang menabrak tiang listrik di dekat Plaza Bintaro. Kecelakan ini tercatat pada pukul 03.45 WIB dan dilaporkan ada korban luka.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mpr/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%