detikcom
Minggu, 13/05/2012 03:21 WIB

Pakai Rompi Kotak-Kotak, Jokowi: Ini Baju Melayani Warga Jakarta

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Ada yang berbeda dengan penampilan Joko-Widodo-Basuki Tjahaja Purnama saat mengikuti rapat KPU Provinsi DKI Jakarta untuk mengambil nomor urut pasangan. Pasangan ini mengganti kemeja lengan panjang motif kotak-kotak menjadi setelan rompi.

Setelan rompi ini menutupi kemeja lengan panjang putih. Dari enam pasangan calon, hanya Jokowi-Ahok dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini yang berpenampilan berbeda. Hidayat-Didik mengenakan kemeja batik motif monas warna oranye.

Sisanya mengenakan baju koko, peci lengkap dengan selendang khas tokoh Betawi, kecuali Alex Noerdin-Nono Sampono yang mengenakan baju kemeja putih lengan pendek. Bukan cuma tangan metal, soal rompi kotak-kotak ini pun Jokowi punya alasan.

"Ini baju pelayan, artinya kita ini melayani masyarakat. Jadi mesti ada filosofi yang kita pakai, kita ingin jadi pelayan masyarakat," kata Jokowi dalam jumpa pers usai mengikuti rapat pleno KPU DKI di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (12/5/2012) malam.

Jokowi juga mengaku menerima sindiran karenna rompi yang dipakainya. "Ada yang nanya kok begini bajunya? Saya jawab, enggak apa-apa ini baju bagus," ujarnya tertawa.

Pasangan Jokowi-Ahok mendapat nomor urut 3 di Pilkada DKI. Ke depan pasangan ini akan terus turun ke lapangan menemui warga, mendata persoalan kota dan membuat program solusinya. "Saya ini orang lapangan, akan terus turun ke bawah, ke bantaran kali, ke pasar," katanya.

(fdn/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close