detikcom
Sabtu, 12/05/2012 03:56 WIB

Panwaslu Nilai 'Kampanye' Sebelum Penetapan Calon Tidak Salahi Aturan

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI menyatakan 'kampanye' yang dilakukan para pasangan cagub-cawagub sebelum penetapan oleh KPU, bukanlah sebuah pelanggaran. Karena pada saat itu belum ada aturan mengenai kampanye.

"Ya saya rasa itu belum merupakan pelanggaran. Karena memang sebelum ditetapkan itu belum ada aturan yang mengikat," ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta, Ramdhansyah, saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/5/2012).

Menurut Ramdhansyah, sosialisasi atau kampanye yang dilakukan para pasangan calon sebelum ditetapkan KPU bukan sebagai pelanggaran. Namun mereka tidak bisa bebas untuk tahapan selanjutnya. Karena dengan sudah ditetapkan sebagai pasangan cagub-cawagub, mereka harus mengikuti aturan mengenai kampanye.

"Kita sudah mempunyai aturan tanggal 24 Juni-7 Juli adalah waktu kampanye. Diantara sebelum dan sesudah masa kampanye ada namanya masa tenang, mereka tidak boleh melanggar itu. Tetapi untuk kegiatan internal penguatan didalam partai dan pendukung, itu boleh saja," ucapnya.

Panwaslu juga menilai, dengan diperbolehkannya ada sosialisasi sebelum penetapan cagub-cawagub itu artinya menjunjung tinggi asas keadilan. Karena apabila calon pasangan tidak diperbolehkan untuk melakukan sosialiasi, maka otomatis yang dikenal oleh publik hanya calon tertentu saja.

"Sosialisasi sebelum penetapan itu kita anggap tidak ada masalah, kan itu juga untuk menjunjung fairness. Jika hanya pada saat kampanye apa cukup 14 hari untuk memperkenalkan kepada publik, selain incumbent?" terangnya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan enam pasangan cagub-cawagub sebagai peserta yang sah Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar 11 Juli 2012 mendatang. Setelah penetapan ini, keenam pasangan calon tidak lagi leluasa bersosialisasi, apalagi jika mengarah kampanye.

"Setelah mereka terikat sebagai calon, mereka harus menuruti aturan main yang ada dalam peraturan yang ditetapkan," tutur Ketua Pokja Pencalonan KPU DKI Jakarta, Jamaluddin F Hasyim, di Kantor KPU Jakarta, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta, Jumat (11/5).


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(riz/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%