detikcom
Jumat, 11/05/2012 17:09 WIB

Tangkap 2 Terduga Teroris di Solo, Densus 88 Nyaris Dikeroyok Massa

Muchus Budi R. - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Solo - Dua orang warga hari ini ditangkap Densus 88/AT Mabes Polri, karena diduga terkait tindak pidana terorisme. Penangkapan salah seorang dari mereka di tempat terbuka, sehingga petugas Densus sempat dikeroyok massa sehingga mengeluarkan senjata untuk membubarkan massa.

Penangkapan Rizqi Dian Furqoni dilakukan di jalan dekat rumahnya di Kelurahan Semanggi, Pasarkliwon, Solo, seusai menjalankan sholat Jumat, (11/5/2012) siang. Menurut keterangan para saksi kepada keluarga, motor yang ditumpangi remaja 17 tahun tersebut dipepet oleh beberapa orang tidak berseragam.

Motor yang kendarai Dian terjatuh dan selanjutnya para petugas tersebut berusaha menangkapnya, namun dia terus melawan. Perlawanan Dian itu juga dibantu warga sekitar yang sedang berada tak jauh dari lokasi kejadian karena dikira orang yang akan menangkap Dian itu adalah kelompok warga yang terlibat dalam bentrok antarwarga di Solo pekan lalu.

"Menurut para saksi, para petugas tidak berseragam itu kemudian mengeluarkan senjata api dan mengaku sebagai petugas dari Densus 88, akhirnya warga memilih mundur,” ujar ayah Dian, Rudi Hartono, saat mendatangi Polresta Surakarta untuk memastikan nasib anaknya.

Selain Dian, hari ini di Solo Densus 88/AT juga menangkap seorang warga lainnya di kawasan Pasar Legi, Banjarsari Solo. Pemuda yang ditangkap di Pasa Legi tersebut berprofesi sebagai juru parkir dan ditangkap ketika sedang bekerja.

Sementara itu Kapolresta Surakarta, Kombes (Pol) Asdjima'in, membenarkan bahwa hari ini Densus 88/AT menangkap dua orang terduga teroris yang wilayah hukum Polres Surakarta. Keduanya ditangkap berkaitan dengan kasus bom bunuh diri GBIS Kepunton, Solo, beberapa waktu lalu.

"Satu orang atas nama Dian dan seorang lainnya atas nama Teguh alias Parkit. Penangkapan keduanya juga merupakan pengembangan dari penangkapan 12 orang di berbagai daerah pada awal bulan ini. Penangkapan dilakukan oleh Densus 88 dan tidak melibatkan kami sehingga kami tidak mengetahui lokasi penahanan keduanya," ujar Asdjima'in



Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/try)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%