Jumat, 11/05/2012 16:47 WIB
Antara Tragedi Sukhoi di Gunung Salak & Garuda 152 di Sibolangit
GA 152 di Sibolangit (airdisaster.com)
Apakah penyebab kecelakaan Sukhoi sama dengan penyebab kecelakaan GA 152 di Sibolangit? Dari wikipedia, kecelakaan GA 152 di Sibolangit diketahui akibat miskomunikasi antara ATC dengan pilot yang menyebabkan pesawat mengambil arah yang salah dan menabrak tebing gunung. Pesawat tersebut meledak dan terbakar, menewaskan seluruh penumpang dan awaknya.
Pada Kamis (10/5/2012) petang kemarin, Ketua Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi, dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusumah, mengatakan Sukhoi mengalami kecelakaan pada ketinggian 5.800 kaki dan dan berada di tebing dengan kemiringan 85 derajat.
"Saya pastikan tadi pagi sesudah kami menemukan lokasi, kami yakinkan bahwa pesawat sudah terjadi kecelakaan," jelas Tatang.
"Jadi dia seperti Controlled Flight Into Terrain (CFIT) pada ketinggian 5.800 feet, itu sangat tinggi, pada kemiringan 85 derajat," imbuh Tatang.
Controlled Flight Into Terrain adalah sebuah istilah yang artinya sebuah pesawat yang laik terbang dan tidak mengalami kerusakan serta di bawah kendali pilotnya, tanpa sengaja terbang dan menabrak terrain/daratan, obstacle/penghalang, atau air. Penerbangnya biasanya tidak sadar sampai akhirnya terlambat untuk menghindar.
Analisa tentang kecelakaan itu lantas bertebaran, mulai mempertanyakan rute joyflight yang tidak lazim karena menuju ke arah gunung, pilot meminta izin dari 10 ribu ke 6 ribu kaki di wilayah Gunung Salak, sinyal darurat yang tidak berfungsi hingga sinyal telepon genggam yang menyala.
Belakangan diketahui, rute joyflight itu atas permintaan pilot yang sudah dikoordinasikan oleh PT Trimarga Rekatama, agen Sukhoi di Indonesia. Jadi, rute itu pun tidak serta merta diputuskan mendadak. Rute itu sudah didiskusikan lebih dahulu. Para penerbang ini juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Mengenai berbagai analisa yang bertebaran itu, KNKT tidak mau berspekulasi sampai investigasi selesai.
"Menabrak atau tidak akan ada investigasi sendiri. Itu kelihatannya kami belum menemukan tanda-tanda badan pesawat pecah beberapa bagian. Kami juga belum bisa memastikan penyebab. Itu yang akan kami cari tahu. Mengenai kenapa pesawat bisa turun, nah bagaimana izinnya dan lain-lain itu yang akan kami cari tahu ," jelas Tatang.
CFIT itulah yang terjadi saat Garuda Indonesia GA 152 bernomor registrasi PK-GAI tujuan Jakarta-Medan menabrak tebing atau gunung di Sibolangit pada 26 September 1997. Pesawat saat itu menancap pada tebing yang nyaris 90 derajat, sekitar pukul 13.30 WIB.
Menurut situs airdisaster.com, pesawat berjenis Airbus300-220 itu menabrak tebing, patah dan terbakar. Ada miskomunikasi antara Air Traffic Controller (ATC) dan pilot saat itu, yaitu antara 'Left' dan 'Right'. Saat itu GA 152 hendak mendarat ke Bandara Polonia, Medan. Cuaca saat itu dilaporkan terbatas, hanya 600-800 meter karena terhalang asap dari kebakaran hutan.
Ada kebingungan petugas ATC apakah GA 152 itu membelok ke kiri atau ke kanan. Hanya 10 detik setelah mengkonfirmasi, pesawat itu menabrak tebing di daerah berhutan. Serpihan ditemukan di dekat Desa Pancur Batu, 3 ribu kaki di atas permukaan laut. Sekitar 222 penumpang dan 12 awak tewas.
Entah mengapa, tak ada laporan final KNKT soal GA 152 di situsnya. Padahal laporan final kecelakaan pesawat Silk Air di Sungai Musi yang terjadi setelah kecelakaan itu pada 19 Desember 1997 sudah dipublikasikan pada 14 Desember 2000.
Namun, dari situs avweb.com, didapat transkrip rekaman dari menara ATC dengan pilot GA 152. Berikut potongan rekaman percakapan itu pada detik-detik Garuda menabrak tebing:
ATC:GIA 152, turn right heading 046 report established localizer
GIA 152: Turn right heading 040 GIA 152 check established.
ATC: Turning right sir.
GIA 152: Roger 152.
ATC: 152 Confirm you're making turning left now?
GIA 152: We are turning right now.
ATC:152 OK you continue turning left now.
GIA 152: A (pause) confirm turning left? We are starting turning right now.
ATC: OK (pause) OK.
ATC: GIA 152 continue turn right heading 015.
GIA 152: (scream) Allahu akbar! (Translation: God is great!)
(nwk/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 23:12 WIB
Insiden Tenggelamnya KM Karya Indah di Sungai Mahakam Dipolisikan
-
Selasa, 21/05/2013 22:18 WIB
Ibunda Darin Bantah Anaknya Menikah Siri dengan LHI
-
Selasa, 21/05/2013 22:14 WIB
Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Parit Besar di Medan
-
Selasa, 21/05/2013 21:43 WIB
Ini Kontrakan Sederhana Keluarga Darin Sebelum Kenal 'Bos'
-
Selasa, 21/05/2013 21:38 WIB
Agar Perbudakan Buruh Tak Terulang, Menaker Minta Laporan Masyarakat
-
Selasa, 21/05/2013 12:52 WIB
Ini Dia Darin Mumtazah, Pelajar yang Dekat dengan Luthfi Hasan
-
Selasa, 21/05/2013 09:29 WIB
Ini Penyebab NN Tega Memotong Kelamin Abdul di Pamulang
-
Selasa, 21/05/2013 17:30 WIB
Kata Ibunda ke Tetangga: Biarin Darin Dikawinin, Daripada Dia Hidup Susah
-
Selasa, 21/05/2013 17:15 WIB
Kisah Keluarga Darin yang Berubah Drastis Setelah Mengenal Luthfi
-
Selasa, 21/05/2013 21:09 WIB
Ini Reaksi Luthfi Hasan Saat Ditanya Soal Darin Mumtazah
-
Selasa, 21/05/2013 08:25 WIB
Luthfi Jelaskan Pushtun, Suku di Pakistan yang Wanitanya Terkenal Cantik
-
Selasa, 21/05/2013 15:23 WIB
Luthfi Kerap Bertandang ke Rumah Darin dengan VW Caravelle dan Mazda Putih
-
Selasa, 21/05/2013 13:52 WIB
Rambut Dibiarkan Terurai, Darin Sering Bawa Mobil
-
359 Komentar
-
236 Komentar
-
229 Komentar
-
211 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
175 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,845.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 16:52 WIB
Darin Mumtazah dan Keluarga Kontrak Rumah di Jatinegara Rp 75 Juta/Tahun
-
Selasa, 21/05/2013 16:07 WIB
Elite PKS Tak Tahu Hubungan Darin Mumtazah dan Luthfi Hasan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.
