detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 20:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 11/05/2012 15:34 WIB

Capres AS Mitt Romney Dituduh Bullying Teman Sekolahnya yang Gay

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Mitt Romney (Reuters)
Washington, - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Mitt Romney, tengah dilanda isu kontroversial. Romney disebut-sebut pernah melakukan bullying terhadap temannya yang gay semasa sekolah dulu.

Saat itu, Romney memotong poni salah seorang teman sekolahnya yang sering diejek karena gerak-geriknya yang gemulai dan juga karena orientasi seksualitasnya. Isu ini muncul pasca isu pernikahan sesama jenis menjadi salah satu isu pokok dalam perdebatan pemilihan presiden mendatang. Terlebih setelah Presiden AS Barack Obama secara terbuka menyatakan dukungannya atas pernikahan sesama jenis.

Kepada The Washington Post, lima orang teman sekolah Romney mengungkapkan tingkah laku capres dari Republik ini semasa SMA pada tahun 1965 silam. Menurut mereka, perilaku bullying Romney tersebut terjadi di SMA elit Canbrook di Bloomfield Hills, Michigan, AS.

Bekas teman sekolah Romney menuturkan, bullying tersebut dilakukan terhadap seorang adik kelasnya yang bernama John Lauber, yang tepat satu tingkat di bawahnya. Saat itu, Romney memimpin segerombolan siswa ke kamar asrama yang dihuni oleh Lauber.

"Mereka mendatangi Lauber, menerjang dan mendorongnya ke lantai. Ketika Lauber mulau menangis dan berteriak minta tolong, Romney beberapa kali memotong rambutnya dengan gunting," demikian bunyi artikel dari The Washington Post dan dilansir oleh Sydney Morning Herald, Jumat (11/5/2012).

"Itu sangat kejam. Sangat brutal," kenang teman semasa kecil Romney, yang bernama Phillip Maxwell. Phillip yang kini berprofesi sebagai pengacara, mengakui dirinya ada di dalam kamar asrama tersebut saat kejadian.

Kemudian salah seorang teman Romney lainnya, Thomas Buford, mengaku saat itu membantu Romney menahan Lauber tetap di lantai. Buford yang merupakan pensiunan jaksa ini, pernah membantu kampanye Obama pada pilpres 2008 lalu.

"Semuanya terjadi sangat cepat, dan hingga saat ini masih mengganggu saya," tutur Buford.

Atas hal ini, tim kampanye Romney membantahnya mentah-mentah. Menurut mereka, Romney tidak pernah terlibat dalam insiden seperti itu.

"Setiap orang yang mengenal Mitt Romney pasti tahu bahwa dia tidak memiliki karakter kejam seperti itu. Kisah yang terjadi 50 tahun lalu ini nampaknya terlalu dilebih-lebihkan dan Gubernur Romney sama sekali tidak ingat pernah terlibat dalam insiden seperti ini," bantah anggota tim kampanye Romney, Andrea Saul dalam pernyataannya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
91%
Kontra
9%