detikcom
Jumat, 11/05/2012 15:34 WIB

Capres AS Mitt Romney Dituduh Bullying Teman Sekolahnya yang Gay

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Mitt Romney (Reuters)
Washington, - Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Mitt Romney, tengah dilanda isu kontroversial. Romney disebut-sebut pernah melakukan bullying terhadap temannya yang gay semasa sekolah dulu.

Saat itu, Romney memotong poni salah seorang teman sekolahnya yang sering diejek karena gerak-geriknya yang gemulai dan juga karena orientasi seksualitasnya. Isu ini muncul pasca isu pernikahan sesama jenis menjadi salah satu isu pokok dalam perdebatan pemilihan presiden mendatang. Terlebih setelah Presiden AS Barack Obama secara terbuka menyatakan dukungannya atas pernikahan sesama jenis.

Kepada The Washington Post, lima orang teman sekolah Romney mengungkapkan tingkah laku capres dari Republik ini semasa SMA pada tahun 1965 silam. Menurut mereka, perilaku bullying Romney tersebut terjadi di SMA elit Canbrook di Bloomfield Hills, Michigan, AS.

Bekas teman sekolah Romney menuturkan, bullying tersebut dilakukan terhadap seorang adik kelasnya yang bernama John Lauber, yang tepat satu tingkat di bawahnya. Saat itu, Romney memimpin segerombolan siswa ke kamar asrama yang dihuni oleh Lauber.

"Mereka mendatangi Lauber, menerjang dan mendorongnya ke lantai. Ketika Lauber mulau menangis dan berteriak minta tolong, Romney beberapa kali memotong rambutnya dengan gunting," demikian bunyi artikel dari The Washington Post dan dilansir oleh Sydney Morning Herald, Jumat (11/5/2012).

"Itu sangat kejam. Sangat brutal," kenang teman semasa kecil Romney, yang bernama Phillip Maxwell. Phillip yang kini berprofesi sebagai pengacara, mengakui dirinya ada di dalam kamar asrama tersebut saat kejadian.

Kemudian salah seorang teman Romney lainnya, Thomas Buford, mengaku saat itu membantu Romney menahan Lauber tetap di lantai. Buford yang merupakan pensiunan jaksa ini, pernah membantu kampanye Obama pada pilpres 2008 lalu.

"Semuanya terjadi sangat cepat, dan hingga saat ini masih mengganggu saya," tutur Buford.

Atas hal ini, tim kampanye Romney membantahnya mentah-mentah. Menurut mereka, Romney tidak pernah terlibat dalam insiden seperti itu.

"Setiap orang yang mengenal Mitt Romney pasti tahu bahwa dia tidak memiliki karakter kejam seperti itu. Kisah yang terjadi 50 tahun lalu ini nampaknya terlalu dilebih-lebihkan dan Gubernur Romney sama sekali tidak ingat pernah terlibat dalam insiden seperti ini," bantah anggota tim kampanye Romney, Andrea Saul dalam pernyataannya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%