detikcom
Jumat, 11/05/2012 15:01 WIB

Karangan Bunga Terus Berdatangan di Halim Perdana

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Karangan bunga tanda duka cita terus berdatangan di terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusumah. Di antaranya karangan bunga dari PT Angkasa Pura II dan beberapa perusahaan penerbangan.

Pantauan detikcom di terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (11/5/2012), karangan bunga terus dikirim ke depan ruang tunggu terminal. Hingga saat ini terdapat 18 karangan bunga.

Karangan bunga di antaranya berasal dari PT Angkasa Pura II, Bank Mandiri, juga dari beberapa perusahaan dan sekolah penerbangan. Semua karangan bunga tersebut berisi ucapan turut berduka cita atas musibah jatuhnya pesawat Sukhoi.

Sementara itu suasana terminal kedatangan Bandara Halim Perdanakusumah masih dipadati oleh keluarga penumpang dan wartawan yang meliput berita.


(trq/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel