detikcom
Jumat, 11/05/2012 13:18 WIB

Satu Korban Sukhoi Dapat Asuransi Rp 464 Juta

Andri Haryanto - detikNews
Reuters
Jakarta - Tim SAR hingga kini belum bisa menjangkau titik tempat Sukhoi jatuh. Namun pabrikan Sukhoi telah mengirim informasi bahwa satu korban akan mendapatkan asuransi US$ 50 ribu (sekitar Rp 464 juta).

"Info dari Sukhoi satu korban dapat US$ 50.000," kata Sunaryo dari PT Trimarga Rekatama, agen Sukhoi di Indonesia, di Bandara Halim Perdanakusumah, Jumat (11/5/2012).

Pertanggungan sebanyak itu cair bila korban telah teridentifikasi. "Ada pembicaraan pemberian asuransi dari pihak Rusia, bilang apabila korban sudah teridentifikasi dan data sudah akan segera diberi asuransi tersebut," paparnya.

PT Trimarga akan membantu pencairan klaim itu. "Kami sebagai perantara antara keluarga dan Sukhoi Company juga akan membantu, kami rasakan. Kalau klaim asuransi kami akan bantu semua agar pemberian asuransi cepat dan sesuai dengan apa yang disampaikan," bebernya.

Sementara itu, pabrikan Sukhoi pada Kamis kemarin merilis bahwa kegiatan demonstrasi pesawat Sukhoi Superjet 100 di Indonesia telah diasuransikan. Jumlah nilai total pertanggungan kepada pihak ketiga, termasuk kepada kru dan penumpang, US$ 300 juta.

Sukhoi yang melakukan joy fligt tersebut berisi 45 orang, 8 di antaranya kru dari Rusia.



Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV

(nrl/nvt)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000