detikcom
Jumat, 11/05/2012 10:29 WIB

Soal Kecelakaan Pesawat, Anggota DPR: Kemenhub Harus Dievaluasi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Dalam 15 tahun terakhir, Komisi V DPR mencatat ada 12 kecelakaan pesawat. Korbannya mencapai 250 orang. Ada yang salah dalam regulasi penerbangan di Indonesia.

"Dalam catatan kita, dalam tempo 15 tahun tidak kurang dari 12 kecelakaan penerbangan komersial yang menelan korban lebih dari 250 orang. Bila dibandingkan dengan negara-negara lain, angka ini termasuk tinggi. Artinya ada yang salah dengan sistem kontrol dalam dunia penerbangan kita," kata anggota Komisi V DPR Teguh Juwarno kepada detikcom, Jumat (11/5/2012).

Menurut Teguh, hal ini menjadi tanggung jawab penuh Kemenhub. Menurut Teguh, harus ada evaluasi menyeluruh dunia penerbangan Indonesia.

"Sementara itu evaluasi terhadap regulator dan pengawas dunia penerbangan kita yakni Departemen Perhubungan. Dirjen Perhubungan Udara. Mengingat tingginya frekuensi kecelakaan transportasi udara kita. Maka Komisi V Mendesak dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Kementrian Perhubungan," kata Teguh.

Menurut Teguh, kelalaian Kemenhub membuat kecelakaan pesawat terus terjadi. Seperti kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Salak.

"Jajaran Kementerian Perhubungan harus menjadi pihak yang paling bertanggung jawab terhadap peristiwa musibahnya pesawat SSJ 100 ini. Karena meskipun ini maskapai atau produsen luar negeri, peristiwa ini terjadi di Yuridiksi NKRI, dalam wilayah kewenangan jajaran Kementrian Perhubungan," tandasnya.


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(van/mad)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000