Rabu, 09/05/2012 19:18 WIB

Sriwijaya Air: Peter Adler Bukan Karyawan, Hanya Konsultan

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Daftar manifest (daftar isi) pesawat Sukhoi Superjet100 yang hilang kontak di daerah Gunung Salak, Jawa Barat, menyebut ada 36 penumpang. Salah satunya adalah Peter Adler dari Sriwijaya Air.

Ketika dikonfirmasi, Humas Sriwijaya Air, Agus Soejono mengenali nama Peter Adler. Menurutnya, Peter Adler bukan karyawan Sriwijaya Air melainkan seorang konsultan.

"Iya ada nama itu, tapi itu bukan orang Sriwijaya. Itu partner kita, dia sebagai konsultan," ujar Agus kepada detikcom, Rabu (9/5/2012).

Agus mengatakan Peter Adler berkewarganegaraan Amerika Serikat. Peter sendiri adalah pihak luar dari Sriwijaya Air.

"Kami belum dapat konfirmasi apakah dia mewakili kita atau tidak. Mungkin saja dia ikut acara itu dari yang lain," paparnya.

"Kami ada undangan juga, tapi kebetulan kami tidak ikut karena memang tidak ada rencana pembelian Sukhoi," ungkapnya.

Menurut Agus, Peter pernah menerbangkan pesawat Sriwijaya Air dari luar negeri ke Indonesia.

"Dia yang uji. Dia bawa dari Amerika ke Indonesia," kata Agus.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%