Rabu, 09/05/2012 16:24 WIB

Seorang Polisi Meninggal Saat Bersaksi di PN Boyolali

Muchus Budi R. - detikNews
Boyolali - Seorang anggota Satuan Narkoba Polres Boyolali meninggal mendadak ketika menjadi saksi di persidangan. Polisi tersebut diduga mengalami serangan jantung. Sebelumnya polisi tersebut memang beberapa kali mengeluhkan sesak dada.

Polisi jatuh pingsan ketika sedang bertugas menjadi saksi dalam persidangan kasus kepemilikan narkoba seorang terdakwa di PN Boyolali, Rabu (9/5/2012) siang.

Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan saksi-saksi. Ada tiga saksi dari Sat Narkoba Polres Boyolali, salah satunya adalah Kanit Idik I Satuan Narkoba Polres Boyolali, Aiptu Harun Al Rosyid. Harun mendapat giliran pertama duduk di depan meja hijau pengadilan sebagai saksi.

"Saat memberikan keterangan tiba-tiba dia jatuh dari tempat duduknya dan tak sadarkan diri. Persidangan sempat diskors. Selanjutnya rekan-rekan dari kepolisian, jaksa dan pegawai PN berusaha memberikan pertolongan. Dia dilarikan ke RS Pandan Arang, Boyolali, tetapi sesampai di RS dia sudah meninggal dunia," papar Humas PN Boyolali, Bambang Eka Putra.

Sementara itu Kasat Narkoba Polres Boyolali, AKP AA Gede Oka, memaparkan bahwa dari keterangan dokter, Harun meninggal dunia karena serangan jantung. Dari keterangan beberapa rekan kerjanya, lanjut Oka, Harun memang sempat mengeluh kurang enak badan, karena kurang istirahat setelah malam sebelumnya begadang di tempat tetangga yang punya hajatan.

"Diduga memang kondisi terakhirnya sedang kurang sehat, namun hal itu tidak disampaikannya kepada hakim. Di dadanya terdapat bekas kerokan. Rekan kerjanya juga mengatakan bahwa dia beberapa kali mengeluh dadanya sesak," ujar Oka.

Saat ini, jenazah Harun Al Rosyid sudah dibawa ke rumah duka di Di Dukuh Singirejo, Desa Bendan, Banyudono, Boyolali. Belum ada informasi mengenai rencana pemakamannya. Hingga meninggal di usia 47 tahu, Harun meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%