Rabu, 09/05/2012 13:54 WIB

Polda: Kupon Palsu Foke Bukan Black Campaign Tapi Pencemaran Nama Baik

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Forum Bersama Jakarta (FBJ) resmi melaporkan kupon palsu pembagian sembako gratis yang mencatut nama Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara) ke Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya menyebut kupon palsu tersebut bukanlah sebuah black campaign tapi pidana pencemaran nama baik.

"Kalau dalam kasus sekarang yang menempelken pamflet atau terbitkan kupon palsu belum bisa dikategorikan black campaign tapi pencemaran nama baik terhadap seseorang, karena mereka ini bakal calon. Kalau sudah jadi calon, di situ sudah berlaku ketentuan kapan kampanye, masa tenang dan lain-lain," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/5/2012).

Rikwanto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari Forum Bersama Jakarta mengenai kupon palsu tersebut. Kupon palsu tersebut membuat masyarakat berpikir seolah ada pembagian sembako di rumah salah satu bakal calon peserta pilkada DKI, Fauzi Bowo.

"Seolah-olah ada pembagian sembako di rumah salah satu balon sehingga orang berbondong-bondong ke situ, diteliti ternyata palsu," jelasnya.

Rikwanto tidak mau menduga-duga mengenai apakah kupon tersebut dimaksudkan untuk menjatuhkan Foke. Rikwanto berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali.

"Kita belum bisa pastikan apakah ini balas membalas dari pendukung atau orang mau perkeruh suasana. Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi. Kita kerja sama dengan Pemda apabila ada tempelan dan selebaran tidak usah dirisaukan siapa-siapa, itu dibersihkan, sama-sama dikumpulkan," tutupnya.

Sebelumnya tim pengacara FJB, Dasril Alfandi, melaporkan kupon palsu pembagian sembako gratis yang mencatut nama Fauzi Bowo (Foke) dan Nachrowi Ramli (Nara) ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut bernomor TBL/1548/V/2012/PMJ Ditreskrimum. Dasril melaporkan dengan pasal pemalsuan dan atau penipuan dan atau pencemaran nama baik dan atau fitnah.

(mei/mpr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel