Rabu, 09/05/2012 13:41 WIB
Banyak Penawaran, Tak Sedikit Anggota DPR Kantongi Senjata Api
"Saya pernah juga ditawari kisaran USD 5.000-6.000. Satu paket itu sama izinnya. Saya tidak membeli karena saya tidak tertarik. Nanti saya nggak bisa makai malah," kata Sekretaris FPPP DPR, Arwani Thomafi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/5/2012).
Yang menawarkan, menurut Arwani, kadang-kadang tamu. Kadang-kadang juga SPG.
"Kadang SPG, iseng-iseng aja tamu-tamu itu kan sering nawari, saya sudah lupa itu kapan. Saya ditawari yang peluru karet, tapi peluru karet itu kan kalau jarak dekat juga bahaya," kata Arwani.
Karena itu, Ketua DPP PPP ini meyakini tak sedikit anggota DPR yang punya senjata. "Saya kira nggak sedikit yang punya senjata," katanya.
Arwani menuturkan, anggota DPR seharusnya tak memiliki senjata api. Karena DPR wajib memastikan masyarakat tenang, bukan membawa senjata yang membuat masyarakat merasa dalam suasana mencekam.
"Sangat tidak perlu, kita ini kan berhadapan dengan rakyat, ya harus menghadirkan suasana dan sikap yang harus membuat masyarakat nyaman. Jangan membuat suasana tidak aman dengan membawa senjata," katanya.
Dia pun berharap polisi menertibkan perizinan senjata api. Karena peredaran senjata api di masyarakat sudah membahayakan.
"Sebenarnya kalau dirunut itu kan ada dua pintunya. Yang pertama itu izin dari kepolisian, dan yang kedua keberadaan pasokan senjata ini. Jadi yang perlu diperhatikan adalah izin impor senjata terutama untuk warga sipil harus distop dulu lah. Sudah terlalu banyak senjata yang ada penguasaan warga sipil," tandasnya.
Reportase Malam
(van/rmd)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Alat Pemantau Gempa di Gunung Dicuri, Keselamatan Masyarakat Terancam
812 share this. -
Tragis! Bocah 7 Tahun Tewas Tertimpa Tubuh Pria yang Loncat Bunuh Diri
670 share this. -
Istri Fathanah Sefti Kini Banjir Job Main FTV
657 share this. -
3 Siswa SMP yang Gagalkan Perkosaan Mendapat Beasiswa Pendidikan
526 share this. -
Polisi: Penebar Ranjau Paku yang Dikeroyok Warga di Roxy Tukang Tambal Ban
517 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 23/05/2013 17:09 WIB
Hasil UN SMA, 99,48 % Siswa di Indonesia Mulus Lulus
-
Kamis, 23/05/2013 17:07 WIB
Mohammad Mu'tashim dan Suwarsono Jadi Penasihat KPK 2013-2017
-
Kamis, 23/05/2013 17:02 WIB
Polisi Selidiki Juga Peran Wabup Bogor Dalam Pembuatan Video Porno
-
Kamis, 23/05/2013 17:01 WIB
Polisi akan Panggil Menkop Syarief dalam Kasus Akun TrioMacan
-
Kamis, 23/05/2013 16:54 WIB
Satpam yang Sebut Darin Panggil Luthfi 'Papa' Diancam Orang Tak Dikenal
-
Kamis, 23/05/2013 16:22 WIB
Ibunda: Kalau Darin Istri Luthfi, Saya Mau Rumah, Mobil dan Deposito
-
Kamis, 23/05/2013 15:40 WIB
Darin Diperkirakan Dinikahi Luthfi Saat Umur 18 Tahun
-
Kamis, 23/05/2013 16:54 WIB
Satpam yang Sebut Darin Panggil Luthfi 'Papa' Diancam Orang Tak Dikenal
-
Kamis, 23/05/2013 15:28 WIB
Ibunda Sebut Luthfi Beberapa Kali ke Rumah Darin Minta Pijat
-
Kamis, 23/05/2013 16:33 WIB
Shock Diberitakan dengan Luthfi, Darin Pergi Rekreasi
-
Kamis, 23/05/2013 14:28 WIB
Sesal Ibunda Darin Kepada Luthfi Hasan
-
Kamis, 23/05/2013 15:26 WIB
Isu Darin & Aliran Uang Fathanah Merebak, Ini Tanggapan Resmi PKS
-
Kamis, 23/05/2013 16:40 WIB
Anggota Majelis Syuro PKS: Isu Darin Mumtazah Gosip Murahan
-
569 Komentar
-
363 Komentar
-
229 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
147 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 15:32 WIB
Ke Rumah Darin, Luthfi Minta Pijat
-
Kamis, 23/05/2013 15:27 WIB
Gagalkan Perkosaan, 3 Pelajar Heroik Terima Laptop dan Uang Rp 1 juta
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
