detikcom
Rabu, 09/05/2012 10:48 WIB

Sidang Afriyani, Keluarga Korban Mulai Berdatangan

Salma Muslimah - detikNews
Afriyani (jhoni/detikcom)
Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) kembali menggelar sidang lanjutan kecelakaan maut dengan terdakwa Afriyani Susanti. Sekitar 10 orang kerabat korban mulai berdatangan untuk mengikuti jalannya sidang dengan agenda jawaban eksepsi.

"Kami ingin Afriyani dihukum penjara seumur hidup," kata Saman (53), kepada wartawan di PN Jakpus, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Rabu (9/5/2012). Saman merupakan kakek dari Moch Hudzaifah alias Ujay (16) yang ditabrak Afriyani hingga meninggal.

Pukul 10.30 WIB, Afriyani tiba di PN Jakpus menggunakan mobil tahanan. Mengenakan kerudung putih, baju putih dan celana jeans, polisi langsung menggiring Afriyani ke sel ruang tunggu di bagian belakang pengadilan. Seperti sidang-sidang sebelumnya, Afriyani masih tetap diam dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Sedikitnya 10 orang keluarga korban telah memenuhi ruang sidang di lantai dua. Jumlah ini terus bertambah. Guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, polisi sedikitnya menerjukan 50 personel berseragam. "Kami terjunkan 50 orang polisi untuk berjaga dari Polres Jakpus," kata Kepala Tim Pleton Khusus Aiptu Ika Luntano.

Afriyani harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena saat mengemudikan Daihatsu Xenia pada Minggu 22 Januari 2012 silam, ia menabrak 12 pejalan kaki dan 9 orang di antaranya tewas di sekitar Tugu Tani. Hasil tes urine menunjukkan Afriyani memakai narkoba.



Disiksa dan Tidak Digaji Selam 15 Bulan, 2 PRT di Medan Kabur Dari Rumah Majikannya. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV

(asp/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000